Kedapatan Miliki 9 Kg Sabu-2.800 Butir Ekstasi, IRT di Sumut Ditangkap Polisi

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 04 Jan 2022 01:18 WIB
Pengungkapan peredaran sabu di Medan
Pengungkapan peredaran sabu di Medan (Foto: dok. Istimewa)
Medan -

Polisi mengamankan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), YS (45) di Medan. IRT itu diamankan karena kedapatan memiliki 9 kg sabu dan 2.800 butir ekstasi.

"Unit Reskrim Polsek Helvetia berhasil mengungkap kasus narkoba di Desa Helvetia, Labuhan Deli," kata Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko kepada wartawan, Senin (3/1/2022).

Riko menjelaskan penangkapan itu merupakan pengembangan kasus pada tanggal 25 November 2021. Saat itu, Polsek Helvetia berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial AS bersama barang bukti 40 butir ekstasi.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan hingga satu bulan lebih. Petugas mendapati informasi bahwa jaringan itu tak hanya mengedarkan ekstasi, akan tetapi juga diduga sabu.


Petugas lalu melakukan surveilans, terhadap salah satu TO (target operasi) dan pada tanggal 1 Januari kemarin, petugas menangkap satu orang ibu rumah tangga berinisial YS di Jalan Serbaguna, Desa Helvetia dengan total barang bukti 9 kg sabu serta 2.800 butir ekstasi.

"Jadi ini pengungkapan awal tahun kusus kasus narkotika yang dimulai oleh rekan-rekan unit Reskrim Polsek Heltevia. Berhasil mengamankan 8 bungkus sabu-sabu yang dikemas dalam plastik atau bungkus teh cina dan ada tujuh paket sabu sabu tanpa logo, dan barang bukti ekstasi ada 2.800 butir," sebut Riko.

Riko menyebut dari pengakuan awal, YS mengaku rumahnya dipinjam sebagai gudang penyimpanan sabu. Akan tetapi, hasil pendalaman, YS juga turut berjualan sabu dari bungkus besar seberat 1 kg dibagi menjadi beberapa bungkus yang diperkirakan

"Dari pengakuan awal dia hanya ditempati atau rumahnya dipinjam sebagai gudang penyimpanan sabu-sabu. Namun, dari hasil pendalaman, ternyata yang bersangkutan istilahnya mereka ini termasuk yang mengecap atau ikut berjualan dari bungkus besar seberat 1 kg, kemudian dia membagi menjadi beberapa bungkus rata-rata satu ons kemudian dijual oleh yang bersangkutan," ujar Riko.

Sejauh ini, kata Riko, YS kurang kooperatif dengan petugas karena banyak informasi yang ditutup-tutupinya. Namun, menurut keterangannya baru tiga kali melakukan perbuatan tersebut.

"Menurut pengakuan, bahwa dia baru tiga kali. Yang pertama 5 kg, yang bersangkutan menerima honor Rp 500 ribu untuk ongkos membayar kontrakan rumah yang digunakan untuk menyimpan sabu tersebut. Jadi 5 kg sama yang bersangkutan kemudian dibagi-bagi lagi, ada satu ons dua ons dan lain-lain," ucap Riko.

"Kemudian dia jual, setelah barang habis semua yang bersangkutan mengaku hanya diberi ongkos Rp 500 ribu. Kemudian yang kedua juga sama 5 kg, setelah barang habis yang bersangkutan mengaku menerima honor Rp 100 ribu. Ini yang masih didalami petugas," lanjutnya.

Akibat perbuatannya, YS bakal dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 UU Narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat 6 tahun.

Tonton juga Video: Pengendara Mobil Diamankan Usai Kepergok Bawa Sabu di Pos Nataru

[Gambas:Video 20detik]



(dhm/eva)