LaNyalla: Ekspor Pertanian Harus Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Inkana Putri - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 17:34 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Foto: Dok. DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap kesejahteraan petani bisa ikut terangkat dari gencarnya ekspor pertanian yang dilakukan pemerintah. Ia pun berharap Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan kementerian terkait lainnya, memperhatikan hal tersebut.

"Ekspor di sektor pertanian harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani. Dengan kata lain, ekspor harus mampu menekan angka kemiskinan di kalangan petani," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, Senin (3/1/2021).

Hal ini ia sampaikan di sela resesnya di Jawa Timur. Di kesempatan ini, senator asal Jawa Timur ini mengatakan pemerintah dapat melibatkan para petani kecil dalam ekspor komoditas pertanian. Menurutnya, hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani.

"Saya meminta kepada pemerintah untuk melibatkan para petani kecil dalam melakukan ekspor, terutama pada komoditas hortikultura seperti nanas, manggis, pisang, kapulaga dan kunyit. Sehingga, target ekspor tidak hanya terpenuhi dari sisi kuantitas saja, melainkan juga melibatkan indikator peningkatan ekonomi petani," katanya.

Terkait ekspor, Ketua Dewan Penasehat KADIN Jawa Timur ini juga mengatakan pemerintah juga perlu mendorong petani kecil untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas komoditas. LaNyalla menilai produk pertanian yang berkualitas nantinya mampu memenuhi kualitas ekspor negara-negara tujuan sehingga dapat berdampak terhadap penurunan angka kemiskinan.

Pasalnya, kata LaNyalla, berdasarkan data BPS, pertumbuhan 16,4 persen subsektor pertanian menjadi indikator untuk menekan angka kemiskinan yang didominasi kalangan petani. Sementara itu, dalam Gebyar Ekspor Pertanian 2021, pemerintah juga telah mengirim berbagai komoditas pertanian sebesar 1,36 juta ton ke 124 negara tujuan sennilai Rp 14,4 triliun. LaNyalla berharap program ini dapat berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan para petani.

"Pemerintah tetap harus berpihak kepada petani kecil. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas mereka. Itu merupakan tanggung jawab pemerintah," pungkasnya.

(akd/ega)