DKI Jakarta Ekspor 61,2 Ribu Ton Komoditas Pertanian Senilai Rp 907 M

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 16:27 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Dok. Pemprov DKI)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mengekspor 61,2 ribu ton komoditas pertanian, peternakan hingga perikanan senilai Rp 907 miliar ke sejumlah negara. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan sektor pertanian memang tumbuh positif di masa pandemi COVID-19.

Menurut Riza hal ini berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi warga Jakarta, khususnya yang bergerak di sektor transportasi, pergudangan, dan perdagangan.

"Ketahanan pangan nasional tetap terjaga dan perdagangan sektor pertanian tumbuh positif pada saat sektor lain mengalami penurunan. Bagi DKI Jakarta, hal ini tentu sangat membantu, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan warga Jakarta dan stabilitas harga pangan," kata Riza dalam acara Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (31/12/2021).

Riza kemudian berbicara soal peran Pelabuhan Tanjung Priok dalam menunjang kegiatan ekspor. Merujuk data statistik DKI Jakarta, sebutnya, terdapat 333 eksportir dari 32 provinsi di Indonesia yang selama ini melakukan eksportasi di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Pada tahun 2020, ekspor barang melalui Pelabuhan Tanjung Priok nilainya mencapai 136,45 triliun. Sementara nilai ekspor komoditas pertanian yang terdiri dari subsektor peternakan, hortikultura, kehutanan, perkebunan, tanaman pangan, perikanan, dan lain-lain mencapai 1,202 triliun dari 130 jenis komoditas yang diekspor ke 71 negara," ujarnya.

Riza juga menyoroti Pelabuhan Tanjung Priok yang rawan bencana banjir rob serta genangan. Ke depannya, Pemprov DKI akan meningkatkan sarana dan prasarana di Pelabuhan Tanjung Priok untuk meningkatkan kegiatan ekspor komoditas.

"Kegiatan perdagangan dan distribusi barang, sangat ditunjang oleh prasarana dan sarana yang memadai. Maka, untuk menunjang kelancaran distribusi barang, Pemprov DKI Jakarta berupaya mengurangi kemacetan dengan penerapan kebijakan transportasi terintegrasi dan penanggulangan banjir," sebutnya.

"Optimalisasi dan termasuk jalannya akan dibuat tol khusus sehingga proses keluar masuk barang lebih cepat lebih mudah dan ini bisa meningkatkan ekspor ke berbagai negara," sambungnya.

(taa/idn)