Waket DPD Apresiasi Jokowi Hentikan Ekspor Bahan Mineral Mentah

Dea Duta Aulia - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 16:09 WIB
Wakil Ketua DPD, Sultan B Najamudin
Foto: DPD
Jakarta -

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo mulai menghentikan ekspor bahan mentah mineral ke negara maju. Menurutnya langkah tersebut sangat tepat untuk dilakukan karena saat ini sedang pengalihan fokus pembangunan struktur ekonomi nasional yang lebih produktif.

"Ini merupakan upaya pengalihan fokus pembangunan struktur ekonomi nasional yang lebih produktif, daripada bergantung pada tingkat konsumsi masyarakat. Saya harus mengatakan ini ide dan political will pasca membangun infrastruktur yang sangat brilian," kata Sultan dalam keterangan tertulis, Senin (3/1/2022).

Sultan mengatakan dengan fokus pengolahan bahan tambang di dalam negeri maka akan membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pemain kunci pemenuhan kebutuhan energi global di masa mendatang. Langkah ini juga akan memberikan efek positif lainnya seperti menciptakan lapangan pekerjaan baru.

"Dengan diversifikasi produk, akan meningkatkan nilai tambah dan secara pasti memberikan dampak yang berarti bagi posisi neraca dagang Indonesia. Meskipun sedikit banyak akan mengganggu rantai pasok energi global, dan menuai aksi protes negara maju di tengah fenomena energi global," jelasnya.

Meskipun begitu Sultan mengatakan ketergantungan Indonesia terhadap industri tambang harus dikendalikan agar kualitas lingkungan tetap terjaga.

"Industri tambang tidak menyentuh langsung UMKM yang jumlahnya puluhan juta unit. Di saat yang sama sangat merugikan kualitas lingkungan. Ekonomi masa depan harus dibangun dengan konsep hijau yang berkelanjutan," tutup Sultan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu memastikan bahwa transformasi ekonomi,tidak boleh berhenti. Bahkan reformasi struktural juga tidak boleh berhenti.

"Hal ini dikarenakan akan menjadi sebuah basic setelah kita memiliki yang namanya infrastruktur. Tidak boleh lagi meskipun ada transisi, tidak boleh ada lagi kita mengekspor bahan-bahan mentah, raw materials need to stop, udah di-stop," kata Jokowi.

(ncm/ega)