Pencarian Warga Tertimbun Longsor di Dompu NTB Terkendala Alat Berat Rusak

Faruk Nickyrawi - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 16:06 WIB
Pencarian korban longsor di Dompu, NTB. (Faruk/detikcom)
Pencarian korban longsor di Dompu, NTB. (Faruk/detikcom)
Dompu -

Tim gabungan masih terus mencari seorang warga yang hilang tertimbun material tebing yang longsor di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hingga hari ke-4 pencarian, tim masih mengalami kendala, salah satunya alat berat yang sering rusak.

"Ini sudah hari ke empat kita lakukan pencarian, korban belum kita temukan," ungkap Kasubdit Tanggap Darurat Evakuasi dan Penyelamatan BPBD Dompu, Marwan, di lokasi kejadian, Senin (3/1/2022).

Dikatakannya, alat berat yang dikerahkan sering mengalami kerusakan sehingga memperlambat proses pencarian. Selain itu, intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor proses pencarian dihentikan dalam sementara waktu.

"Alat berat sering rusak, untuk penambahan alat tidak perlu karena kondisi material longsor berupa batu-batu besar yang sudah dipindah ke arah sungai," tuturnya.

Lokasi pencarian dipusatkan di titik longsor tepatnya pada titik diduga korban pertama kali tertimbun material. Petugas gabungan dari Tim SAR Bima, BPBD, dan TNI-Polri serta warga masih terus melakukan pencarian.

"Kita masih terus melakukan upaya pencarian, semoga korban cepat kita temukan dalam keadaan atau kondisi yang utuh," ujar Marwan.

Marwan menuturkan, berdasarkan hasil analisis timnya, ada dua kemungkinan penyebab korban terlambat ditemukan keberadaannya. Pertama, korban terseret material longsor hingga ke sungai lalu disapu oleh banjir karena pada saat kejadian, arus banjir di sungai sangat deras.

"Kedua, kemungkinannya bisa saja terpisah organ tubuh korban akibat dihantam material longsor berupa batu-batu besar. Longsor ini merupakan longsor tebing. Ini juga diperkuat dengan tercium bau tidak sedap pada hari ketiga, tapi kita tidak temukan tanda-tandanya," tuturnya.

Sementara itu, pantauan detikcom di lokasi kejadian, proses pencarian masih terus dilakukan. Petugas gabungan mengerahkan satu unit alat berat ekskavator untuk melakukan penggalian di lokasi.

Petugas gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban. Keluarga korban pun berharap agar korban bisa ditemukan secepatnya.

(nvl/nvl)