Di Depok Ada Dokter Viral Dibayar dengan Dodol, Biskuit dan Sayuran

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikNews
Minggu, 02 Jan 2022 06:40 WIB
Jakarta -

Di daerah Depok, tepatnya di Kecamatan Cilodong, ada sebuah ruko sederhana yang dijadikan tempat praktik dokter. Sang penyewa adalah dr. Rinal Dhuhri (32) dan ini adalah kisah tentang dokter yang mau dibayar dengan apa saja dan seikhlasnya.

dr. Rinal lahir dan besar di Aceh. Ia telah menjalani pekerjaan sebagai dokter di beberapa kota sampai akhirnya membuka tempat praktik sendiri di Depok.

Biasanya profesi dokter dikenal dengan pekerjaan dengan gaji yang sangat mencukupi. Namun tidak demikian dengan dr. Rinal yang sedari awal buka praktik sudah menerima bayaran seikhlasnya, bahkan ada yang sampai gratis sekalipun.

"Dari awal saya buka praktik memang sudah membuat jasa saya itu gratis. Mereka bayar obatnya saja. Tapi lama kelamaan saya berpikir di masa pandemi kemarin, cukup banyak yang drop dengan sistem ekonomi mereka. Makanya Alhamdulillah tanggal 15 November itu saya buka praktik dokter seikhlasnya," ujar dr. Rinal dalam program Sosok di detikcom.

Keputusan dr. Rinal untuk menerima bayaran seikhlasnya ini sebenarnya sudah ada dalam benaknya sudah lama. Namun sebuah bisikan usai Subuh membuat hatinya kian mantap.

"Habis salat Subuh, saya duduk, saya ketiduran sebentar. Setelah itu, timbullah bisikan atau apa. Dikasih tahu ke saya, 'Nal, mulai besok buka berobat rawat jalan seikhlasnya'. Jadi saya bangun tuh dengan senang hati, saya kasih tahu ke perawat saya 'Mulai hari ini, kita buka rawat jalan seikhlasnya'," cerita dr. Rinal yang ditemui di tempat praktiknya.

Orang tuanya pun mendukung keputusan dr. Rinal untuk membantu sesama. Semua biaya yang dikeluarkan selama kuliah jurusan kedokteran pun tidak dipermasalahkan.

"Apalagi kalau seperti ini, saya buat bayar seikhlasnya, tentulah sudah tahu penghasilannya berapa, beliau tidak pernah menanyakan itu. Seberapapun habis dulunya saya kuliah biayanya, tidak jadi masalah. Kata ibu saya seperti itu," tutur dr. Rinal.

Tentu pemasukan pun menjadi tidak menentu. Hal tersebut bukan menjadi patokan dr. Rinal. Ia hanya berniat untuk membantu sesama, dan meringankan beban bagi orang yang sakit.

Karena bayar seikhlasnya, dr. Rinal pun dibayar bukan hanya dengan uang, melainkan makanan. Bahkan, dr. Rinal pun sempat dibayar dengan dodol.

"Kalau yang paling unik dibayar sih banyak ya. Ada yang sayuran, ada yang buah, bahkan sampai dodol juga, biskuit. Bahkan ada yang kasih sayur yang sudah dimasak. Sayur asem, gitu," cerita dr. Rinal sembari tertawa.

(gah/fuf)