ADVERTISEMENT

Danrem Debat Panas dengan Bahar Smith Minta Jangan Hina Jenderal Dudung!

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 01 Jan 2022 16:26 WIB
Screenshot Video Habib Bahar dengan Orang yang Disebut Brigjen TNI Achmad Fauzi
Screenshot video Habib Bahar dengan orang yang disebut Brigjen TNI Achmad Fauzi
Jakarta -

Habib Bahar Smith sempat berdebat panas dengan Danrem 061 Surya Kencana, Brigjen Achmad Fauzi. Korem 061 menjelaskan saat itu Brigjen Fauzi sedang mengingatkan agar ceramah Habib Bahar tidak menyinggung institusi TNI dan menghina Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.

"Pertama, kedatangan Danrem itu menyampaikan pesan kepada Habib Bahar perihal isi ceramahnya yang viral karena menyinggung institusi kami," kata Kapenrem 061 Mayor Ermansyah melalui keterangan tertulis, Sabtu (1/1/2022).

"Nah, Danrem menyampaikan, ke depan, dalam ceramah, janganlah ada unsur provokatif, menyinggung institusi kami, apalagi menjelekkan dan menghina pimpinan kami Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Ini akan meresahkan masyarakat. Itu yang disampaikan," lanjutnya.

Selain menyampaikan pesan, Ermansyah menyebut kehadiran Brigjen Achmad juga untuk sosialisasi kepada masyarakat dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan bersama. Menurut Ermansyah, selaku pimpinan wilayah, Brigjen Achmad mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kestabilan keamanan, ketertiban, dan kedamaian.

Ermansyah menyampaikan saat menyambangi Habib Bahar, Jenderal Achmad juga didampingi dengan sejumlah anggota. Dia menyebut kehadiran Jenderal bintang satu itu bukan untuk menakut-nakuti masyarakat.

"Kemarin Danrem juga didampingi dengan anggota koramil setempat. Kehadiran itu bertujuan untuk mengajak dan saling menjaga ketertiban dan keamanan bersama-sama, tidak ada untuk menakut-nakuti masyarakat seperti yang diviralkan. Bagaimanapun, ketertiban dan kondusifitas wilayah adalah tanggung jawab kami," ucapnya.

Dia mengatakan seorang ulama seharusnya memberikan ceramah yang membuat ketenangan-kedamaian untuk umat, bukan sebaliknya atau malah mengurusi prajurit yang sedang bertugas di Papua. Apabila ceramah provokatif dan menyinggung institusi TNI masih terjadi, kata Ermansyah, pihaknya tidak segan-segan untuk membubarkan sesuai ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku.

"Danrem juga menyampaikan alangkah baiknya ceramah seorang ulama seperti HBS dapat memberikan kedamaian kepada semua orang tidak provokatif atau menjelekkan institusi, tentunya hal ini apabila masih terjadi, kami tidak segan-segan membubarkan ceramah tersebut, sesuai ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku dengan melibatkan aparat yang terkait," imbuhnya.

Sebelumnya, Pengacara Habib Bahar, Azis menyebut tindakan anggota TNI tersebut bentuk abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan).

"Bahwa tindakan Komandan Korem 061/ Surya Kencana Brigjen TNI Ahmad Fauzi yang mendatangi Habib Bahar bin Smith di pondok pesantrennya diduga membuat takut warga sekitar Pondok Pesantren merupakan suatu bentuk abuse of power," ujar Aziz dalam keterangannya, Sabtu (1/1/2022).

Tindakan Brigjen Achmad Fauzi, sebut Aziz, sangat dikhawatirkan dapat mencederai hubungan baik antara TNI dengan rakyat. Aziz juga menyinggung terkait adanya dugaan ancaman ke Habib Bahar bin Smith.

"Bahwa dugaan ancaman yang dilakukan Komandan Korem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Ahmad Fauzi yang mengatakan akan menjemput Habib Bahar bin Smith bila tidak memenuhi panggilan Polda Jawa Barat adalah kekeliruan dalam memahami konsep penegakan hukum yang notabene merupakan tugas Polri dan hal tersebut dikhawatirkan dapat merusak criminal justice system di Republik Indonesia," tuturnya.

Diketahui, Brigjen TNIAchmadFauzi adalah Komandan Korem (Danrem) 061/Surya Kencana. Aziz Yanuar, membenarkan video tersebut. Aziz mengatakan anggota TNI yang debat dengan Habib Bahar adalah Brigjen TNI Achmad Fauzi.

"(Kejadian) tadi pagi, itu Brigjen TNI Achmad Fauzi," ujar Aziz saat dimintai konfirmasi terpisah.

(dek/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT