Sandiaga Bicara soal Formula E di Ancol: Harus Ada Pre-Event

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 01 Jan 2022 13:16 WIB
Sandiaga di Ancol (Azhar-detikcom)
Foto: Sandiaga di Ancol (Azhar-detikcom)
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bicara soal Formula E yang akan digelar di Ancol. Sandiaga mengingatkan harus ada pre-event sebelum balapan Formula E.

"Ini nggak bisa hanya eventnya, tapi harus ada pre-event, harus ada kegiatan-kegiatan seperti custom, electrical show, maupun juga pelibatan UMKM-UMKM, dan sehingga nanti sport automotive tourism ini yang kita kerja samakan dengan ini, dan lain sebagainya bisa mendatangkan satu kegiatan ekonomi dan membuka lapangan kerja," kata Sandiaga di Ancol, Sabtu (1/1/2022).

Sandiaga menyebut tahun 2022 merupakan tahun kebangkitan dari pandemi COVID-19. Dia berharap masyarakat bekerja sama untuk pulih dari pandemi.

"Jadi bagi saya 2022 ini tahun kebangkitan, kita harus bersatu padu melihat potensi semuanya, sama seperti saya bilang, gercep, gerak cepat," kata Sandiaga.

Dia mengaku telah melihat lokasi yang bakal menjadi sirkuit Formula E. Dia mengatakan Formula E merupakan bagian dari wisata olahraga otomotif seperti MotoGP Mandalika.

"Formula E tadi kita lewat di ujung sana dan menariknya bahwa Formula E ini adalah bagian daripada pariwisata berbasis olahraga dan otomotif, yang salah satu yang lagi lakukan dengan MotoGP di Mandalika," katanya.

Sebelumnya, Ketua Organizing Committee Formula E Jakarta 2022 Ahmad Sahroni mengumumkan Ancol akan menjadi lokasi Formula E World Championship 2022 di Jakarta. Sirkuit ini memiliki panjang lintasan 2,4 km dengan 18 tikungan dan berbentuk menyerupai kuda lumping.

Sirkuit segera dibangun pada Januari dengan standardisasi FEO dan FIA. Rencananya, pembangunan sirkuit rampung pada April 2022 dan akan diberi nama Jakarta International EPrix Circuit.

"Kita targetkan 3 bulan sampai April semua perbaikan yang mendukung sirkuit ada. Startnya Januari," kata Sahroni Rabu (22/12).

Direktur Utama Jakpro Widi Amanasto menyebut Jakarta International Stadium (JIS) akan terlihat dari sirkuit itu untuk menggambarkan ikon Ibu Kota. Gambar kuda lumping dipilih karena memiliki arti nasional.

"Gambaran sirkuit bisa dilihat seperti apa rupanya? Kuda lumping. Filosofinya kuda lumping apa? Itu nasional," ujar Widi.

Simak Video 'Lika-liku Formula E Jakarta: dari Monas Hijrah ke Ancol':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/haf)