Produsen Sampo-Gel Palsu di Banten Beromzet Ratusan Juta Digerebek

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 18:26 WIB
Gudang produksi sampo palsu di Banten digerebek polisi (Foto: Dok Polda Banten)
Gudang produksi sampo palsu di Banten digerebek polisi. (Dok. Polda Banten)

Lebih lanjut, Condro membeberkan gudang produksi sampo palsu itu menghasilkan keuntungan ratusan juta rupiah per bulan. Adapun para karyawan digaji Rp 15 juta per bulan.

"Usaha ilegal ini berpindah-pindah, sudah 3 tahun beroperasi dengan omzet Rp 200 juta per bulan sehingga tidak heran bila pengelola gudang mampu menggaji karyawannya dengan Rp 15 juta per bulan," ungkapnya.

Selain menyita jutaan saset sampo dan gel rambut palsu, penyidik juga menyita alat produksi, soda api, alkohol 96%, lem, pewarna makanan, dan bahan pengawet. Condro mengatakan pelaku memproduksi kemasan sampo seolah-olah terlihat asli.

"Pelaku bahkan mengimport rol cetakan saset dari China, sehingga kemasannya menjadi tampak seperti asli," kata Condro.

Pemilik Gudang Jadi Tersangka

Dalam kasus ini, polisi memeriksa 7 saksi. Dari hasil pemeriksaan, pemilik gudang berinisial HL (28) ditetapkan sebagai tersangka.

"HL telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana kesehatan dan perlindungan konsumen," jelasnya.

Akibat perbuatannya itu, HL dijerat dengan Pasal 197 juncto Pasal 106 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 60 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. HL terancam hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

"Selain itu, penyidik juga menerapkan persangkaan berlapis dengan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf (f) atau Pasal 9 ayat (1) huruf d Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 2 miliar," imbuhnya.


(drg/jbr)