ADVERTISEMENT

Pecah Tangis Pelatih Biliar PON Sumut Gegara Malu Dijewer Gubsu

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 10:47 WIB

Choki mengatakan Edy saat itu semakin terlihat serius memarahinya. Hingga akhirnya Choki dijewer oleh Edy.

"Semakin serius ternyata, tepuk-tepuk bahu saya, jewer, kuat itu. Kalau jewer itu rasa sayang, saya rasa cuma sebatas ini (mengelus kuping). Kepala saya tidak terikut," tutur Choki.

"Begitu dia bilang sontoloyo, saya langsung tinggalkan, saya bukan diusir," sambungnya.

Choki memilih meninggalkan lokasi setelah Edy berbicara kasar terhadapnya. Hal itu dia melakukan karena khawatir ikut tersulut emosi.

"Saya takut juga sebagai manusia, saya emosi di situ mempermalukan beliau. Karena ada beberapa yang saya anggap di ruangan itu adalah menggantikan ayah saya. Ketua KONI itu saya anggap sebagai orang tua saya. Makanya saya nggak mau ribut di situ, saya tahan malunya sampai saya keluar. Kalaulah tidak saya pandang kemarin, saya rasa sudah rusuh," ujar Choki.

Somasi Gubsu

Pengacara Choki, Teguh Syuhada Lubis, menilai perbuatan yang dilakukan Edy Rahmayadi merupakan pelanggaran hukum. Edy mengatakan pihaknya sedang menyiapkan langkah hukum terhadap kasus ini.

"Dalam perspektif hukum, ada tindak perbuatan yang kami anggap merupakan pelanggaran hukum," kata Teguh.

Kasus pelatih biliar PON, Khoirudin (Choki) Aritonang, yang dijewer Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi terus bergulir. Kini pihak Choki melayangkan somasi kepada Edy.

"Kami telah memberikan teguran hukum dalam bentuk somasi. Yang secara administrasi tertulisnya sudah kami kirimkan kepada Bapak Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatera Utara," kata Teguh.

Teguh mengatakan somasi itu disampaikan ke kantor Gubernur Sumut. Mereka juga menunjukkan bukti stempel yang menunjukkan surat somasi itu sudah diterima di kantor Gubsu.

"Kami berharap Pak Edy melalukan permohonan maaf, mengakui kesalahan," ucap Teguh.

Teguh menyebut pihaknya menunggu permohonan maaf selama 1x24 jam setelah surat somasi itu diterima di kantor Gubsu. Teguh mengatakan, jika somasi ini tidak dijawab Edy, akan ada langkah hukum lainnya yang mereka ambil.

"Apa yang terjadi ini tidak hanya bicara soal kerugian Choki secara pribadi, tetapi juga menimpa keluarga beliau," tuturnya.

"Bijaknya, (Gubsu Edy) mengakui perbuatan secara publik, lalu meminta maaf secara publik sebagaimana perbuatan itu juga dilakukan di depan orang banyak," tambah Teguh.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT