Pecah Tangis Pelatih Biliar PON Sumut Gegara Malu Dijewer Gubsu

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 10:47 WIB
Medan -

Tangis pelatih tim biliar PON Sumatera Utara (Sumut) Khoirudin Aritonang atau Choki pecah kala bercerita betapa malunya dijewer Gubsu Edy Rahmayadi di hadapan orang banyak. Dia menuntut Edy meminta maaf.

Choki menumpahkan emosinya kala bicara dalam konferensi pers di Medan, Kamis (30/12/2021). Choki mengatakan anaknya juga merasakan malu akibat aksi Edy menjewer dirinya.

"Belum lagi kejadian, ada anak saya, merasakan malunya. Mohon maaf, cemana pun saya malu sekali, betul," kata Choki.

Choki mengatakan video saat dia dijewer itu viral di media sosial. Banyak masyarakat yang akhirnya mengenal dirinya sebagai orang yang dijewer Edy Rahmayadi.

"Ketika mau minum kopi aja, 'Abang yang dijewer gubernur itu kan, Bang'. Allahuakbar. Maunya kalaupun terkenal jangan gara-gara ini," katanya.

Choki mengaku dia berencana iktikaf di masjid untuk menenangkan diri. Dia kemudian menyerahkan proses yang akan diambil dalam kasus ini kepada pengacaranya.

Ngaku Disarankan Mediasi

Choki mengatakan banyak yang menjumpai dirinya untuk mempertemukan dengan Edy Rahmayadi. Salah satu yang menjumpai Choki untuk hal itu adalah Ketua KONI Sumut.

"Banyak yang menginginkan ini mediasi, tapi nggak gitu juga caranya mediasi. Tiba-tiba salaman, enceng (berhenti) ya, minta maaf aku ya," ucap Cokhi.

Jeweran Kuat

Choki mengaku Edy menjewernya dengan kuat. Dia juga menjelaskan awal mula dirinya dipanggil, dijewer lalu diusir Edy.

"Kejadian itu pada pukul 14.00 WIB lah mulai. Dari jadwal itu kan pukul 13.30 WIB. Molor, molor, akhirnya pukul 14.00 WIB dimulai kegiatan. Mulai dari laporan ketua KONI, sampai langsung gubernur, ya kan," ucap Choki.

Choki mengatakan saat itu Edy menyampaikan beberapa hal tentang pembangunan. Di tengah acara, Edy memanggilnya maju karena disebut tidak tepuk tangan saat acara.

"Yang saya bingung kejadiannya, saya dipanggil, disuruh maju ke depan," tuturnya.

Choki mengatakan awalnya dia diminta maju sebagai candaan yang dilakukan Edy Rahmayadi. Namun, lama-kelamaan, kata Choki, Edy terlihat serius memarahinya.

"Semakin ini, semakin ini, kok sepertinya serius. Sampai itu lah pertanyaannya. Kenapa kamu tidak tepuk tangan. Pada saat saya menyampaikan sambutan yang berapi-api," sebut Choki.

"Sekali lagi berulang ulang saya sampaikan, saya bingung. Yang berapi api itu yang mana, kenapa harus saya tepuk tangan. Saya tidak mau menjawab di situ, dikasih mik, tapi tidak saya jawab. Karena saya juga bingung, sambil ketawa-ketawa," tambahnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.