Kemenag Enggan Spekulasi Pemberangkatan Umroh Lanjut di Januari 2022

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 05:48 WIB
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Dirjen PHU Hilman Latief (Foto: Iswahyudi 20detik)
Jakarta -

Ketua Komisi VIII DPR menyebut jemaah RI bisa berangkat umroh di Januari 2022 karena adanya sinkronasi aplikasi PeduliLindungi dan Tawakkalna. Kementerian Agama membenarkan hal itu.

"Iya insyaallah, semoga tidak ada perubahan kebijakan dari Saudi," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, kepada wartawan, Kamis (30/12/2021).

Terkait persiapannya, Hilman mengatakan akan terlebih dahulu mengevaluasi jemaah yang sudah berangkat pada Desember ini. Diketahui, ada 25 orang yang berangkat umroh pada 23 Desember 2021.

"Kita akan evaluasi dulu yang sudah berangkat tanggal 23 Desember. 25 orang (yang berangkat)," ujarnya.

Lebih lanjut, Hilman menyebut kebijakan pemberangkatan itu juga akan mempertimbangkan aturan pemerintah nantinya. Mengingat, kasus transmisi lokal varian omicron di RI kini sudah terjadi.

"Ya kita lihat perkembangan," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengapresiasi Menkes Budi Gunadi Sadikin yang telah menuntaskan sinkronisasi aplikasi PeduliLindungi dan Tawakkalna. Dengan demikian, Yandri menilai dengan memperhatikan prokes, maka jemaah bisa berangkat umroh di Januari 2022.

"Kalau saya melihat animo masyarakat yang tertunda umroh sangat tinggi untuk ke Tanah Suci, jadi kalau pun masih ada karantina, terus ada hal-hal yang mungkin prokes diperketat saya meyakini jemaah kita akan taat kok. Nah karena itu kalau bisa di Januari ini mulai kirim jemaah umroh itu lebih baik," kata Yandri saat dihubungi, Kamis (30/12/2021).

Yandri menilai keberangkatan umroh tidak perlu menunggu virus Omicron hilang. Menurutnya selama jemaah mematuhi protokol kesehatan dan karantina setelah umroh, maka dia meyakini tidak akan ada masalah.

"Karena kalau menunggu virus hilang nggak akan hilang virus itu, tapi gimana kita patuh dan taat dan punya komitmen yang sama untuk mentaati prokes baik di dalam negeri maupun sampai ke Tanah Suci. Kalau itu dilakukan insyaallah nggak akan ada masalah," ujarnya.

Lebih lanjut, Yandri menyebut rencana keberangkatan umroh di Januari 2022 juga sudah disampaikan oleh Kementerian Agama. Dia menyebut Kemenag hanya menunggu sinkronisasi PeduliLindungi dan Tawakkalna terlaksana.

"Saya sempat berdiskusi dengan Pak Menteri dan Pak Dirjen Haji termasuk Pak Sekjen memang dalam bulan Januari insyaallah akan berangkatkan jemaah umrah, tapi dengan syarat ya PeduliLindungi sudah teraplikasi dengan tawakkalna, termasuk manasiknya sudah disesuaikan dengan manasik di zaman pandemi, dan lain sebagainya," ujarnya.

(eva/zak)