ADVERTISEMENT

Kapolda Metro Minta Maaf Terkait Perilaku Anggota: Kami Berbenah

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 20:07 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat jumpa pers penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi, Senin (29/3/2021)
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyampaikan permintaan maaf atas sikap anggotanya yang dinilai telah menyakiti hati masyarakat. Fadil berkata, pihaknya akan terus melakukan pembenahan.

"Sebagai Kapolda Metro Jaya, dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf atas segala kekurangan atas perilaku anggota Polda Metro Jaya yang telah menyakiti perasaan masyarakat. Kami akan terus berbenah," kata Fadil dalam sambutannya di acara Rilis Akhir Tahun 2021 Polda Metro Jaya, Kamis (30/12/2021).

Dia meminta masyarakat jangan bosan mengkritik polisi. Baginya, kritikan itu merupakan bentuk dukungan energi untuk lebih baik melayani masyarakat.

"Jangan bosan untuk mengkritisi kami dan memberi masukan kepada kami karena kritisi energi buat kami dan kami bangga bisa berbenah untuk melayani masyarakat Jakarta," terang Fadil.

Seperti diketahui, sejumlah petugas polisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya dicopot karena telah melakukan pelanggaran. Bahkan ada yang hingga dimutasi ke luar wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kasus Aipda Rudi Pandjaitan

Aipda Rudi Pandjaitan, oknum polisi yang menolak laporan warga di Jakarta Timur, dimutasi ke wilayah Polda Papua Barat. Ia dimutasi setelah menjalani sidang etik.

"Terkait anggota Aipda Rudy Pandjaitan, hari ini tindakan disiplin atau putusan sidang kode etik demosi bersifat tour of area sudah keluar Mabes Polri. Yang bersangkutan pindah ke Papua Barat," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Kamis (30/12/2021).

Mutasi itu tertuang dalam surat telegram Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dengan nomor ST/26.21/XII/KEP./2021. Telegram itu diteken Fadil pada Selasa (28/12).

Kasus ini bermula kala seorang perempuan bernama Meta Kumalasari mencurahkan perlakuan polisi ketika dia melaporkan perampokan yang dialaminya di Jalan Sunan Sedayu, Jakarta Timur (Jaktim), pada Selasa (7/12).

Korban saat itu baru pulang mengambil uang di ATM dan diikuti 2 motor yang memberitahukan sesuatu kepada korban. Singkatnya, korban turun dari mobil, lalu pelaku tiba-tiba mengambil tas korban.

"Saat saya ditanya-tanya oleh polisi, dia justru menyarankan saya pulang untuk menenangkan diri, dan percuma kalau mau dicari juga," tulis Meta di postingan tersebut.

Korban justru merasa malah kena tegur polisi karena mengambil uang tunai dalam jumlah banyak di ATM. Korban menyebut si polisi bicara dengan nada tinggi.

"Setelah itu, polisi tersebut justru ngomelin saya, 'lagian Ibu ngapain sih punya ATM banyak-banyak, kalau begini jadi repot. Apalagi banyak potongan biaya admin juga, dengan nada bicara tinggi," sambungnya.

Simak 2 kasus lainnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT