Peserta JKN-KIS Ungkap Pentingnya Punya Jaminan Kesehatan

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 20:32 WIB
JKN-KIS
Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Setiap orang tentu ingin terbebas dari berbagai risiko penyakit. Adapun hal ini bisa dilakukan dengan menjaga kesehatan seperti olahraga dan mengonsumsi makanan bergizi.

Namun, di samping dua hal tersebut, memiliki jaminan sosial kesehatan juga menjadi bagian penting untuk melindungi kesehatan. Seperti halnya yang dilakukan Nurhalimah (50), warga Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Sebagai seorang ibu, Nurhalimah tentu berupaya untuk menjaga kesehatan keluarganya. Oleh karena itu, ia mendaftarkan diri dan keluarganya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2014.

"Saya daftar BPJS (JKN-KIS) sudah sejak pertama kali keluar. Sebelum JKN-KIS, kami peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Setelah beralih ke BPJS Kesehatan, kami upayakan mendaftar agar bisa punya jaminan kesehatan," ungkap Nurhalimah dalam keterangan tertulis, Kamis (30/12/2021).

Nurhalimah mengatakan menjadi peserta JKN-KIS merupakan pilihannya sendiri. Menurutnya, pelayanan di era JKN-KIS jauh lebih baik karena peserta mendapat kepastian untuk memperoleh pelayanan hingga keluar daerah domisili. Bahkan hingga saat ini, keluarganya telah beberapa kali menggunakan fasilitas JKN-KIS untuk berobat

Sebelum adanya program JKN-KIS, kata Nurhalimah, masyarakat hanya mengandalkan uang tabungan atau berharap dapat menjadi peserta Jamkesda. Bahkan, beberapa orang memilih untuk menahan sakitnya di rumah, daripada harus mengeluarkan biaya berobat.

Menyadari besarnya biaya berobat, Nurhalimah pun kerap mengingatkan suaminya untuk rutin membayar iuran setiap bulan. Adapun uang tersebut disisihkan dari hasil kerja suaminya yang berprofesi sebagai pengemudi.

Melalui program ini, Nurhalimah juga berharap dapat bergotong royong membantu peserta lain yang sedang sakit dan membutuhkan jaminan kesehatan.

"Awalnya kami daftar di kelas II, tapi karena bayar iurannya kesulitan kami putuskan untuk turun ke kelas III. Alhamdulillah sekarang bayar iurannya lancar dan sesuai dengan kemampuan. Setiap bulan kami bayar, mana tahu nanti tiba-tiba diperlukan," tuturnya.

Dengan adanya program ini, ia berharap agar peserta JKN-KIS dapat selalu rutin membayar iuran. Pasalnya, dengan memastikan KIS aktif, maka peserta memiliki jaminan finansial untuk berobat.

Selain itu, Nurhalimah mengatakan JKN-KIS bisa menjadi persiapan untuk menghadapi risiko kesehatan yang datang secara tiba-tiba.

"Program ini bagi saya sangat membantu. Sekarang banyak orang yang sakit, bingung mau berobat ke mana. Kalau sudah jadi peserta JKN-KIS, kita sudah tahu mau berobat kemana, semua sudah diatur alurnya," pungkasnya.

(ncm/ega)