Nakes Ini Andalkan JKN-KIS untuk Berobat Saraf Kejepit & Hipertensi

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 19:40 WIB
Peserta JKN-KIS
Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Memiliki proteksi kesehatan menjadi hal penting, tak terkecuali bagi seorang tenaga kesehatan. Hal inilah yang dilakukan Nurul Hidayati (50), seorang warga Jemur Wonosari yang bekerja sebagai tenaga kesehatan di salah satu klinik Surabaya.

Meski telah menjadi tenaga kesehatan, Nurul juga memanfaatkan proteksi kesehatan dari BPJS Kesehatan. Bahkan, ia mengatakan sering menggunakan fasilitas program JKN-KIS sejak bergabung pada tahun 2014.

"Sejak tahun 2014 itu sudah saya gunakan berobat ke berbagai rumah sakit, tergantung di mana dirujuknya. Mulai dari RSI Jemursari sampai ke RS dr. Soetomo Surabaya," ungkap Nurul dalam keterangan tertulis, Kamis (30/12/2021).

Lebih lanjut, Nurul menyampaikan saat ini dirinya terdaftar sebagai peserta JKN melalui segmen mandiri perorangan kelas 2. Ia mengungkapkan awal pertama kali dirinya memanfaatkan fasilitas JKN-KIS, yakni saat merasakan nyeri dan sakit pada pinggang hingga menjalar ke kaki.

Dikatakannya, rasa sakit ini membuatnya sakit untuk berjalan. Usai memeriksakan diri ke dokter, Nurul mengatakan dirinya mengalami Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau dikenal sebagai saraf kejepit.

Nurul mengatakan HNP timbul saat bantalan ruas tulang belakang bergeser dan menekan saraf tulang belakang. Mengingat dirinya menderita penyakit hipertensi, Nurul kemudian memperoleh pengobatan dengan injeksi di tulang belakang.

"Saat itu saya langsung periksa ke klinik faskes tingkat pertama tempat saya terdaftar, kemudian dirujuk ke poli beda saraf RSI Jemursari untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ternyata diagnosa dokter disana saya mengalami HNP di tulang belakang," tutur Nurul.

"Selanjutnya disana saya menjalani fisioterapi dan secara rutin berobat untuk penyakit hipertensi yang saya derita. Beberapa waktu lalu saya kembali menggunakan fasilitas program JKN - KIS ini untuk operasi pengangkatan tumor payudara. Jadi secara keseluruhan, manfaat yang sudah saya terima dari program ini besar sekali," imbuhnya.

Selama berobat, Nurul mengatakan dirinya tidak pernah mengalami kendala. Ia pun merasa alur pelayanan yang diberikan relatif mudah.

"Apalagi sekarang banyak inovasi dari BPJS Kesehatan yang semakin mempermudah peserta JKN mendapatkan layanan kesehatan. Dari yang dulunya harus datang antre berjam-jam, sekarang cukup dilakukan secara online melalui aplikasi Mobile JKN atau antrean online di faskes satu kita," ungkapnya.

Dengan adanya aplikasi Mobile JKN, Nurul mengaku ia jadi lebih mudah mengakses segala informasi tentang program JKN-KIS. Ia pun dapat melihat riwayat pelayanan, skrining riwayat kesehatan, melihat riwayat pembayaran, merubah data, dan melakukan pendaftaran antrean secara online.

"Saya juga tidak pernah merasa dibedakan ketika menjadi pasien JKN di rumah sakit. Begitu banyak manfaat yang sudah saya rasakan dengan menjadi peserta JKN ini. Semoga kedepannya berbagai kemudahan dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia ini akan terus ditingkatkan sehingga menjadi semakin baik lagi," pungkas Nurul.

(ncm/ega)