PeduliLindungi-Tawakkalna Sinkron, Komisi VIII: Insyaallah Umroh Januari

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 13:00 WIB
Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto (Rahel Narda/detikcom)
Foto: Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto (detikcom).
Jakarta -

Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengapresiasi Menkes Budi Gunadi Sadikin yang telah menuntaskan sinkronisasi aplikasi PeduliLindungi dan Tawakkalna. Dengan demikian, Yandri menilai dengan memperhatikan prokes, maka jemaah bisa berangkat umroh di Januari 2022.

"Kalau saya melihat animo masyarakat yang tertunda umroh sangat tinggi untuk ke Tanah Suci, jadi kalau pun masih ada karantina, terus ada hal-hal yang mungkin prokes diperketat saya meyakini jemaah kita akan taat kok. Nah karena itu kalau bisa di Januari ini mulai kirim jemaah umroh itu lebih baik," kata Yandri saat dihubungi, Kamis (30/12/2021).

Yandri menilai keberangkatan umroh tidak perlu menunggu virus Omicron hilang. Menurutnya selama jemaah mematuhi protokol kesehatan dan karantina setelah umroh, maka dia meyakini tidak akan ada masalah.

"Karena kalau menunggu virus hilang nggak akan hilang virus itu, tapi gimana kita patuh dan taat dan punya komitmen yang sama untuk mentaati prokes baik di dalam negeri maupun sampai ke Tanah Suci. Kalau itu dilakukan insyaallah nggak akan ada masalah," ujarnya.

Lebih lanjut, Yandri menyebut rencana keberangkatan umroh di Januari 2022 juga sudah disampaikan oleh Kementerian Agama. Dia menyebut Kemenag hanya menunggu sinkronisasi PeduliLindungi dan Tawakkalna terlaksana.

"Saya sempat berdiskusi dengan Pak Menteri dan Pak Dirjen Haji termasuk Pak Sekjen memang dalam bulan Januari insyaallah akan berangkatkan jemaah umrah, tapi dengan syarat ya PeduliLindungi sudah teraplikasi dengan tawakkalna, termasuk manasiknya sudah disesuaikan dengan manasik di zaman pandemi, dan lain sebagainya," ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum PAN ini sempat bercerita pentingnya sinkronisasi PeduliLindungi dengan Tawakkalna ketika berkunjung ke Arab Saudi sebulan yang lalu. Dia menyebut semua orang wajib menggunakan aplikasi Tawakkalna di manapun ketika berada di Arab.

"Waktu saya ke Saudi bersama Menag sebulan lalu memang di sana memakai aplikasi, mau masuk hotel, mau ke Madinah soalnya pakai Tawakkalna, karena itu kita minta ke Menkes memang kalau benar-benar tuntas ya perlu di-launching, perlu dipublikasikan dan perlu disampaikan ke jemaah umrah maupun ke masyarakat secara umum, sehingga tidak lagi ada tanda-tanya apakah benar sudah terafiliasi apa belum," katanya

"Karena ketika ini belum tuntas kita khawatir ketika jemaah umrah tiba di Jeddah atau di Madinah akan sulit untuk lancar urusan ke sana kemarinya, itu bisa membuat jemaah umrah terhambat selama ada di Saudi," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim sinkronisasi aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi Tawakkalna untuk jemaah umroh tuntas. Dia mengatakan aplikasi yang telah disinkronisasi itu diluncurkan pekan ini.

"Udah, nanti diluncurin. Minggu ini mudah-mudahan," kata Budi di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Rabu, (29/12/2021).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan integrasi PeduliLindungi dengan Tawakkalna merupakan ranah dari Kemenkes. Yaqut mengatakan sinkronisasi dipercepat agar jemaah umroh bisa segera berangkat.

"Iya kita proses terus. Itu domainnya di Kemenkes. Kita minta kepada Kemenkes untuk dipercepat karena menyangkut banyak hal, 5ermasuk bagaimana jemaah umrah kita bisa mudah sampai ke sana" kata Yaqut.

Lihat juga video 'Menkes Budi Sebut Menteri Haji Arab Janji Bantu RI soal Izin Umrah':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/gbr)