Panglima Laot: Kapal Angkut Rohingya Masuk Air, Mungkin Akan Tenggelam

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 29 Des 2021 12:23 WIB
Kapal angkut pengungsi Rohingya di Aceh (dok. Istimewa)
Kapal angkut pengungsi Rohingya di Aceh (Foto: dok. Istimewa)
Banda Aceh -

Panglima Laot Bireuen Badruddin Yunus menyebut kapal yang diduga membawa 120 warga Rohingya mulai kemasukan air. Dia meminta pemerintah segera mengambil langkah penyelamatan.

"Memang sudah masuk air. Kalau memang malam ini nggak cepat ditangani, itu langsung nanti malam tenggelam. Kita langsung bawa jenazah saja," kata Badruddin saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (29/12/2021).

Dia mengatakan posisi kapal masih diikat di rumpon milik nelayan yang berjarak sekitar 60 mil dari daratan Bireuen. Kondisi orang di dalam kapal disebut mulai ada yang sakit.

"Makin lama makin sakit dia, kena angin sama hujan, ombak lagi semalam," jelasnya.

Menurutnya, kapal tersebut sudah tidak dapat berlayar karena mengalami kerusakan mesin. Dia meminta pemerintah dan pihak terkait mengizinkan kapal Rohingya itu ditarik ke darat.

"Kalau memang diizinkan, saya bertanggung jawab selaku Panglima Laot Bireuen. Saya sewa bus, orang itu mendarat, kita bawa ke Medan. Itu saja," ujarnya.

Di Medan, Sumatera Utara, ada tempat penampungan imigran Rohingya. "Sekarang kita belum diizinkan mendaratkan mereka," ujar Badruddin.

Tim gabungan disebut bakal memberikan makanan dan BBM ke kapal yang membawa warga Rohingya. Kapal itu kemudian diminta melanjutkan perjalanan ke tujuan mereka.

"Tim akan memberikan bantuan ke kapal Rohingya agar mereka melanjutkan perjalanan ke Malaysia sebagaimana rekom yang dimiliki sesuai informasi yang kita dapatkan serta juga sesuai keinginan para pengungsi tersebut," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy.

Sebelumnya, nelayan Aceh melihat kapal yang diduga membawa warga etnis Rohingya berada di perairan Bireuen. Kapal itu masih berada di tengah lautan.

Dalam foto diperoleh detikcom, Minggu (26/12), orang-orang di dalam kapal tampak perempuan dan laki-laki beragam usia. Mereka memenuhi seisi kapal. Namun belum diketahui jumlah diduga warga Rohingya tersebut.

Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek mengatakan kapal itu terpantau sekitar 67 mil laut di perairan Bireuen. Keberadaan kapal itu juga disebut telah diketahui oleh pihak TNI AL.

"Nelayan kita yang baru pulang melaut melaporkan mereka melihat adanya kapal Rohingya di depan perairan Bireuen," kata Miftach kepada wartawan.

Jumlah warga Rohingya itu diperkirakan 120 orang. Mereka terdiri atas 11 orang laki-laki, 61 anak di bawah umur, dan sisanya perempuan.

"Kondisi mereka sehat, kemarin sudah dikasih makanan oleh nelayan kita. Semalam juga diantar makanan oleh nelayan Jeunieb," kata Panglima Laot Bireuen Badruddin Yunus, Senin (27/12).

(agse/isa)