Muhadjir Pamer Program Kursus Pranikah Berjalan: Dulu Saya Di-bully

Nahda Rizki Utami - detikNews
Rabu, 29 Des 2021 11:21 WIB
Jakarta -

Menko PMK Muhadjir Effendy memamerkan program pendampingan dan pembimbingan calon pengantin yang kini sudah berjalan. Muhadjir mengatakan hari ini program itu diluncurkan di Boyolali, Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Muhadjir saat membuka acara 'Taklimat Bidang PMK Mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju', di Kemenko PMK, Rabu (29/12/2021). Muhadjir menyampaikan peluncuran kasus pranikah itu ketika dia memberi salam hormat kepada sejumlah pejabat yang hadir di situ.

Awalnya, dia menyampaikan salam hormat kepada menteri yang hadir seperti Mensos Tri Rismaharini, Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan Mensos Budi Gunadi Sadikin. Kemudian saat dia menyapa Kepala BKKBN yang diwakili Sekretaris Utama (Sestama) dia mulai memamerkan program kursus pranikah itu.

"Saya hormati Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional diwakili oleh Pak Thafif Agus Rayanto dari Sestama, Pak Hasto kepala bidang Kemen juga pamit sekarang sedang berada di Boyolali meluncurkan program pendampingan dan pembimbingan calon pengantin yang dulu istilahnya sertifikasi calon pengantin yang saya di-bully itu," ujar Muhadjir saat mengawali sambutan.

Muhadjir mengatakan saat ini program pendampingan dan pembimbingan calon pengantin kini sudah diluncurkan. Saat ini, kata dia, program itu tidak hanya bersifat memberi pendampingan saat persiapan sebelum nikah saja, tetapi juga mencakup perihal ekonomi.

"Hari ini sudah di-launching Kepala BKBN merupakan pengembangan lebih lanjut dari program Pak Menteri Agama yaitu Suscantin, sekarang juga ada kursus calon pengantin, Suscantin, sekarang diperlebar cakupannya bukan hanya kursus dalam kaitannya persiapan menjadi manten saja, tetapi ekonomi keluarga, kemudian kesehatan reproduksi terutama dalam upaya untuk mencegah terjadinya stunting di dalam keluarga," ucapnya.

"Dan hari ini sedang diluncurkan di Boyolali, saya izin tidak bisa hadir hanya secara virtual aja," imbuhnya.

Diketahui, pada tahun lalu Muhadjir mempertimbangkan kewajiban memiliki sertifikat menikah bagi pasangan yang hendak menikah. Muhadjir menjelaskan sertifikat menikah tersebut didapatkan setelah calon suami istri mengikuti pelatihan pranikah.

"Apa perlu sertifikat atau ndak itu kan soal teknis. Yang penting bahwa mereka harus ada semacam program pembelajaran pranikah," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

"Pokoknya dia harus ikut pelatihan atau pendidikan atau kursus apa lah namanya pranikah," imbuh dia.

(zap/fjp)