Kemenkes soal Transmisi Lokal Omicron: Mungkin Tertular di Medan Atau Jakarta

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 29 Des 2021 01:01 WIB
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap dugaan penularan kasus transmisi lokal pertama Corona varian Omicron. Kemenkes menyebut ada dua kemungkinan pasien tertular di Medan atau Jakarta.

"Karena kita tahu 1 kasus ini adalah orang yang sebenarnya berpergian dari Medan ke Jakarta dan kemudian akan kembali ke Medan. Ini masih ada 2 kemungkinan apakah tertular waktu di Medan atau mungkin tertular pada waktu di Jakarta. Nah kita sedang lakukan kontak tracing terkait kasus lokal ini," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam siaran YouTube Lawan Covid19 ID, Selasa (28/12/2021).

Kasus transmisi lokal Omicron, kata Siti Nadia memang baru satu yang dilaporkan. Namun demikian, dia tidak menutup kemungkinan telah terjadi penularan lokal Omicron di tempat lain.

"Kita tahu walaupun baru ada satu kasus transmisi lokal yang kita temukan tetapi tidak menutup kemungkinan transmisi lokal di tempat lainnya," tuturnya.

Siti Nadia kemudian meminta semua pihak waspada, terutama akhir tahun ini. Dia menyebut adanya kerumunan di tempat wisata dan protokol kesehatan yang longgar akan memperburuk penularan Corona.

"Tapi artinya ini harus diwaspadai terutama di akhir tahun ini. Tadi sudah banyak upaya-upaya dilakukan pemerintah untuk memastikan pengetatan dari pada mobilitas, membatasi aktivitas, menjaga jangan sampai ada kerumunan dan ini harus disikapi masyarakat," katanya.

"Karena kita selalu ingat bahwa di akhir tahun namanya tempat keramaian ataupun tempat wisata itu selalu padat dengan pengunjung dan kemudian diiringi dengan prokes yang kendor, nah ini yang tentunya sangat berpotensi yang kemudian akan menjadi suatu ancaman gelombang ketiga baik oleh varian Delta maupun penyebarluasan varian Omicron sendiri," sambungnya.

Oleh sebab itu, Siti Nadia meminta agar masyarakat benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Dia juga membeberkan beberapa gejala Omicron agar masyarakat waspada.

"Artinya kita betul-betul harus mengendalikan laju penularan dan pastikan protokol kesehatan. Lebih lagi Omicron ini perlu kita ketahui sering dan dari kasus yang sudah kita dapatkan saat ini ini hampir tidak bergejala, hanya 3 dari kasus konfirmasi Omicron yang positif itu bergejala dan gejalanya sangat ringan. Keluhan utama rata-rata hanya batuk, pilek dan deman sedikit, itu untuk kewaspadaan kita," tuturnya.

(lir/idn)