Ini Bukti Polisi Tetapkan Eks Driver Tersangka Aniaya Penumpang Wanita

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 20:36 WIB
Polisi merilis kasus dugaan penganiayaan driver Grab kepada penumpang wanita
Polisi merilis kasus dugaan penganiayaan driver Grab kepada penumpang wanita. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Polisi telah menetapkan eks driver Grab, Godelfridus Janter atau GJ (47), sebagai tersangka dugaan penganiayaan penumpang wanita berinisial NT (25). Polisi mengatakan telah memiliki alat bukti dalam penetapan GJ sebagai tersangka.

"Jadi dua alat bukti sudah dikantongi penyidik, di antaranya hasil visum dan bekas luka," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dalam konferensi pers di Polres Jakbar, Selasa (28/12/2021).

Selain itu, Zulpan mengatakan tersangka Godelfridus telah mengakui adanya penganiayaan. Dengan dua alat bukti itu, penyidik Polsek Tambora menetapkannya sebagai tersangka.

"Ditambah lagi dari hasil BAP bahwa tersangka mengakui melakukan pemukulan sehingga unsur pidananya masuk," kata Zulpan.

"Jadi tentunya kita paham dalam penentuan tersangka sesuai Pasal 184 KUHAP minimal 2 alat bukti," sambungnya.

Godelfridus Lapor Balik

Godelfridus Janter atau GJ (47), eks driver Grab tersangka kasus penganiayaan, melaporkan balik penumpang wanita berinisial NT (25) ke polisi terkait pengeroyokan. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo menyebut polisi belum mendapat bukti bahwa GJ menjadi korban pengeroyokan.

"Dia menyampaikan bahwa dia dianiaya. Belum ada bukti, dia baru melaporkan hari Minggu," ujar Kombes Ady kepada wartawan, Selasa (28/12).

Ady memastikan bakal menindaklanjuti laporan balik dari tersangka tersebut. Namun pihaknya juga meminta Godelfridus turut menyertakan sejumlah barang bukti agar kasus ini bisa diproses lebih lanjut.

"Kita tindak lanjuti, bukan masalah siapa yang lebih dahulu melaporkan. Tapi apakah ada alat bukti yang sah yang bisa menyertai proses ini untuk bisa ditingkatkan ke tingkat penyidikan," katanya.

Diketahui, laporan Godelfridus diterima pihak Polres Jakarta Barat dengan nomor LP/B/1062/XII/2021/SPKT/POLRES METRO JAKARTA BARAT/POLDA METRO JAYA. Laporan tersebut telah diterima pada Minggu (26/12) lalu.

(ain/mea)