Dirut Ancol Jelaskan Alasan Pinjam Rp 1,2 T: Biaya Makan Hewan-Gaji Karyawan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 20:18 WIB
Rapat Komisi B DPRD DKI.
Suasana rapat kerja antara Direksi PT Pembangunan Jaya Ancol dan DPRD DKI. (Foto: Tiara/detikcom)
Jakarta -

Pengelola Ancol menjelaskan soal peruntukan pinjaman Rp 1,2 triliun dari Bank DKI. Dana tersebut akan digunakan untuk menutupi kekurangan perusahaan akibat pandemi COVID-19.

"Terakhir, tentunya dalam pandemi ini, kalau kita nggak pinjam uang dan nggak minta PMD (penyertaan modal daerah), kondisi Ancol pasti akan tutup selamanya. Selama pandemi tetap harus makan hewan, wahana Dufan harus running tiap hari maintenance juga besar," kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Teuku Sahir, di rapat DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2021).

Teuku mengungkap Ancol mengalami kesulitan keuangan sejak pandemi COVID-19 pada 2020. Kendati demikian, pengelola tetap harus membayar gaji karyawan hingga perawatan peralatan.

"Kita tidak ada PHK sedangkan pendapatan kita nol. Jadi kalau melihat sekarang (tahun ini) kita ada pendapatan. Jadi kalau refleksi tahun 2020 kita kesulitan keuangan sehingga kita harus pinjam untuk tutup itu. Kalau tidak, hewan kita tidak bisa kasih makan, Sea World tutup, pompa nggak bayar listrik, kemudian Dufan juga rusak, " jelasnya.

Dari total pinjaman Rp 1,2 triliun itu, sebutnya, sebanyak Rp 334 miliar di antaranya akan diperuntukkan untuk belanja modal tahun 2022 dan 2023. Kendati demikian, Teuku menegaskan anggaran Rp 334 miliar itu belum disetujui.

"Jadi dana Rp 334 miliar yang belum kita sign, hanya dalam bentuk plafon stand by loan Bank DKI. Tentunya akan kita keluarkan, akan kita minta ke Bank DKI jika kalau ada kebutuhan yang secara kajian bisnis layak dan visible," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Komisi B DPRD DKI Jakarta menggelar rapat kerja bersama PT Pembangunan Jaya Ancol (Tbk) dan Bank DKI. Dalam rapat itu, pengelola Ancol menjelaskan peruntukan pinjaman Rp 1,2 T dari Bank DKI.

Direktur Keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Suparno awalnya menjelaskan realisasi dan rencana pinjaman perusahaan dicairkan melalui 3 tahapan, yaitu kredit modal kerja (KMK) sebesar Rp 389 miliar, kemudian kredit investasi senilai Rp 516 miliar, dan Rp 334 miliar. Jika diakumulasikan, nilainya mencapai Rp 1,239 triliun.

Lebih lanjut Suparno memerinci, untuk kredit investasi sebesar Rp 334 miliar akan diperuntukkan buat belanja modal 2022 dan 2023. Salah satunya untuk revitalisasi Gerbang Timur Ancol.

"Jadi 334 (miliar) ini adalah untuk membiayai investasi periode 2022 sampai 2023 sesuai perencanaan yang kami lakukan yang sifatnya belum kami putuskan atau kredit investasinya belum ditandatangani," kata Suparno di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/12).

"Kita list down berapa biayanya. Jadi ada studi pengembangan Marina, studi off the sea, karena kita mau revitalisasi gate utama kita biar punya ambiance yang bagus. Terus ada gerbang timur dan lain-lainnya. Kita lihat udah ter-list project dari yang akan kita lakukan di 2022 sampai 2023," sambungnya.

Tonton juga Video: Blak-blakan Irjen Pol Fadil Imran, Dua Syarat Ikut Balapan Gratis di Ancol

[Gambas:Video 20detik]



(taa/idn)