Ketua DPRD Cecar Bank DKI-Ancol soal Kredit Rp 1,2 T: Ini Instruksi Gubernur?

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 16:37 WIB
Rapat Komisi B DPRD DKI.
Foto: Tiara/detikcom
Jakarta -

Komisi B DPRD DKI Jakarta menggelar rapat kerja bersama PT Pembangunan Jaya Ancol (Tbk) dan Bank DKI. Dalam rapat itu, pengelola Ancol menjelaskan peruntukan pinjaman Rp 1,2 T dari Bank DKI.

Direktur Keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Suparno awalnya menjelaskan realisasi dan rencana pinjaman perusahaan terdiri atas kredit modal kerja (KMK) sebesar Rp 389 miliar serta kredit investasi senilai Rp 516 miliar dan Rp 334 miliar. Jika diakumulasikan, nilainya mencapai Rp 1,239 triliun.

Lebih lanjut Suparno memerinci, kredit investasi sebesar Rp 334 miliar diperuntukkan buat belanja modal 2022 dan 2023. Salah satunya untuk revitalisasi Gerbang Timur Ancol.

"Jadi 334 (miliar) ini adalah untuk membiayai investasi periode 2022 sampai 2023 sesuai perencanaan yang kami lakukan yang sifatnya belum kami putuskan atau kredit investasinya belum ditandatangani," kata Suparno di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/3021).

"Kita list down berapa biayanya. Jadi ada studi pengembangan Marina, studi off the sea, karena kita mau revitalisasi gate utama kita biar punya ambiance yang bagus. Terus ada gerbang timur dan lain-lainnya. Kita lihat udah ter-list project dari yang akan kita lakukan di 2022 sampai 2023," sambungnya.

Hal ini lantas mendapat sorotan dari Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Dia mempertanyakan apakah pinjaman Rp 1,2 triliun ini masih berkaitan dengan ajang Formula E.

"Bank DKI kucurkan kredit Rp 1,2 triliun ke Ancol pinjaman itu ditandatangani 20 Desember 2021. Betul ya? Dua hari kemudian, 22 Desember 2021, Pemprov DKI Jakarta mengumumkan secara resmi Ancol sebagai lokasi gelaran Formula E. Ini saya sebagai legislatif ini kok terlalu banyak sekali kebetulan persoalan pinjaman keuangan Bank DKI ke Ancol," ujar Prasetio.

"Kita ini nggak goblok-goblok juga. Kok ada satu kebersamaan pinjaman uang yang nggak kecil Rp 1,2 triliun," lanjutnya.

Prasetio menyoroti terlalu banyak kebetulan antara Formula E dan Ancol. Salah satunya mengenai revitalisasi Gerbang Timur Ancol yang disebut titiknya sama dengan sirkuit Formula E.

"Pertanyaan saya, pembangunan sarana dan prasarana di Ancol Timur untuk apa kok lokasinya sama dengan rencana sirkuit formula E? Anggarannya sama Rp 334 miliar. Bagaimana mekanisme untuk Ancol kembalikan pinjaman ke Bank DKI ke depannya?" imbuhnya.

Prasetio juga mencecar pihak Dirut Bank DKI Fidri Arnaldy yang juga ikut dalam rapat ini. Dia mempertanyakan apakah pinjaman itu instruksi Gubernur Anies Baswedan atau bukan.

"Saya mau tanya Bank DKI, apa dasarnya diberikan pinjaman dari Bank DKI ke Dispora? Apa perintah langsung dari Gubernur? Satu. Baru-baru ini Bank DKI juga memberikan pinjaman ke Ancol, apa ini juga instruksi dari Gubernur? Dua. Ketiga, dengan banyaknya yang memberikan pinjaman dengan jumlah yang cukup fantastis, bagaimana kondisi likuiditas Bank DKI?" kata Prasetio.

Simak juga video 'Blak-blakan Irjen Pol Fadil Imran, Dua Syarat Ikut Balapan Gratis di Ancol':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/idn)