KY Catat 13 Perbuatan Rendahkan Hakim di 2021, Termasuk Aksi Pengacara HRS

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 16:17 WIB
Anggota Komisi Yudisial RI Binziad Kadafi
Binziad Kadafi (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Komisi Yudisial (KY) mencatat ada 13 perbuatan merendahkan kehormatan hakim (PMKH) sepanjang 2021. Salah satunya aksi pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS) yang menunjuk majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

"Ada 13 PMKH yang selama 2021 ditangani oleh KY, satu masih dalam penanganan. Di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, ini yang sempat waktu itu mengundang cukup banyak kontroversi ya, di mana terjadi kericuhan, kemudian kegaduhan yang ditimbulkan oleh tim penasihat hukum dari Muhammad Rizieq Shihab dalam salah satu sidang atas perkara pidananya di PN Jakarta Timur yang waktu itu dipotret, di-capture oleh media itu sebagai salah satunya menunjuk-nunjuk hakim di persidangan," kata Ketua Bidang SDM, Advokasi, Hukum, Penelitian dan Pengembangan KY Binziad Kadafi dalam jumpa pers secara virtual, Senin (28/12/2021).

Saat itu, Kadafi mengatakan, pihaknya langsung menemui pengacara Habib Rizieq untuk meminta klarifikasi. KY juga berkomunikasi intens dengan para hakim ketua dan anggotanya yang mengadili Habib Rizieq.

"Nah, ini kami melakukan penanganan dengan mengumpulkan keterangan, kemudian menemui pihak-pihak yang terkait, termasuk tim penasihat hukumnya. Pada akhirnya menyampaikan laporan kepada Komisi Yudisial dan melakukan audiensi dan kami juga berkomunikasi intens dengan apa para hakimnya, ketua maupun anggota majelis hakim tersebut," ungkap Kadafi.

Dari pertemuan itu, KY menerima beberapa klarifikasi dari pengacara Habib Rizieq. Pengacara menyebut aksi tunjuk itu bukan ditujukan kepada hakim, melainkan ke sebuah layar yang menampilkan Habib Rizieq yang dianggap diperlakukan tidak patut.

"Dan pada akhirnya kita mendapatkan beberapa klarifikasi salah satunya memang yang ditunjuk-tunjuk itu sebenarnya bukan hakim, tetapi layar screen yang waktu itu menunjukkan situasi di mana terdakwa dianggap diperlakukan kurang patut, jadi screen-nya," ungkap Kadafi.

Pihak KY kemudian berkomunikasi dengan pihak majelis hakim seusai sidang perkara Habib Rizieq itu menuai kontroversi. Kadafi menyebut hakim saat itu memilih fokus pada pokok perkara.

"Di samping juga, setelah kami komunikasikan dengan pihak majelis hakim, para hakimnya lebih memilih untuk fokus pada perkara pokoknya, karena bebannya juga cukup berat bagi beliau-beliau untuk lanjut memeriksa dan pada akhirnya memutus perkara, di samping pada saat itu hasil analisis kami, hakim masih bisa memegang kendali terhadap persidangan," ungkapnya.

Kadafi mengatakan sidang selanjutnya dapat terlaksana dengan baik hingga sampai putusan. Koordinasi dengan pihak pengamanan pun saat itu selalu dilakukan.

"Tetapi koordinasi dengan pihak pengamanan di pengadilan maupun pihak kepolisian, itu kami lakukan secara intens saat itu dan alhamdulillah setelah kejadian tersebut persidangan bisa diselesaikan sampai putusan itu secara lebih baik," tuturnya.

Selanjutnya, dugaan perbuatan merendahkan kehormatan hakim lainnya yang menyita perhatian adalah yang terjadi di Pengadilan Bengkalis, Riau. Saat itu hakim telah memvonis para pelaku narkotika dengan hukuman mati. Sontak hal itu membuat reaksi pihak tertentu.

"Di mana para hakim yang ada di sana itu biasanya memvonis perkara-perkara narkotika itu yang ada unsur transnasionalnya itu secara tegas, kadang-kadang bahkan sampai ke hukuman mati. Nah, sepertinya ada reaksi berbalik kepada para hakim di PN Bengkalis, yang sebagian diantaranya mengalami teror," kata Kadafi.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: