Gus Dur Tuding Bupati Haeny Manipulasi Hasil Pilkada Tuban
Rabu, 03 Mei 2006 14:23 WIB
Jakarta -
Rusuh di Tuban diduga ada kaitannya dengan ulah Bupati Haeny Relawati dan Ketua KPUD Sumito. Kedua orang ini dituding Ketua Dewan Syuro PKB Gus Dur sudah memanipulasi pilkada."Haeny dan Ketua KPUD Sumito melakukan tindakan manipulatif dalam pilkada, dan ini harus diperiksa teliti. Dan suami Haeny, Ali Hasan, juga harus diperiksa karena dapat proyek tanpa tender," tegas Gus Dur di DPP PKB, Jalan Kalibata, Jakarta, Rabu (3/5/2006).Tindakan Haeny yang memanipulasi pilkada dan membiarkan suaminya mendapat proyek tanpa tender dinilai Gus Dur melanggar UU."Saya punya bukti kuat, hari ini 6 orang sudah ngumpulin data dan kita akan membawa ke pengadilan. Adnan Buyung sebagai pengacara kita. Hariman Siregar yang mau," kata Gus Dur.Soal kemungkinan pilkada ulang, Gus Dur akan melihat situasi Tuban pasca kerusuhan terlebih dulu. "Kalau memang Haeny ditangkap ya otomatis. Yang kurang ajar itu kan Jusuf Kalla (Ketum Partai Golkar), masak belum ada hasil sudah ngotot. Yang geblek lagi Gubernur Iman Utomo, masak gubernur seperti itu," tandas Gus Dur.Kerusuhan di Tuban dipicu kemaraham massa pendukung pasangan Noor Nahar Husaen-Go Tjong Ping (Nonstop) yang dicalonkan PKB dan PDIP. Pasangan Nonstop kalah dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Tuban.Massa Nonstop kemudian membakar pendopo dan gedung KPUD Tuban. Mereka juga merusak rumah Bupati Haeny yang dijagokan Golkar yang kembali mencalonkan diri dalam pilkada. Polisi kini sudah menetapkan 41 tersangka dalam kasus ini.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































