Sejarah Tahun Baru Masehi, Awalnya Dirayakan Pada Pertengahan Bulan Maret

Salma Rafifa Aprillya - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 12:31 WIB
Sejarah tahun baru masehi menarik untuk diketahui. Sebentar lagi, masyarakat dunia akan merayakan Tahun Baru 2022.
Sejarah Tahun Baru Masehi, Awalnya Dirayakan Pada Pertengahan Bulan Maret (Foto: Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta -

Sejarah tahun baru masehi menarik untuk diketahui. Sebentar lagi, masyarakat dunia akan merayakan Tahun Baru 2022.

Perayaan tahun baru dimulai pada tanggal 31 Desember dan berlanjut hingga dini hari 1 Januari . Tahun baru biasanya dirayakan dengan pesta, membuat resolusi untuk tahun baru dan menonton pertunjukan kembang api.

Lalu, bagaimana sejarah Tahun Baru masehi? Simak informasi yang sudah kami rangkum berikut ini.

Sejarah Tahun Baru Masehi: Awalnya di Bulan Maret

Dilansir dari situs History, perayaan tahun baru pertama diyakini dirayakan sekitar 4.000 tahun yang lalu di Babilonia. Pada saat itu, masyarakat Babilonia merayakan tahun baru di akhir bulan Maret.

Perayaan tahun baru dirayakan di bulan Maret karena pada masa itu adalah pergantian musim. Masyarakat Babilonia merayakan tahun baru dengan mengadakan festival keagamaan besar-besaran yang disebut "Akitu".

Di abad kuno pada masa itu, peradaban di seluruh dunia mengembangkan kalender yang semakin canggih. Biasanya, masyarakat kuno pada masa itu menyematkan hari pertama tahun baru ke suatu peristiwa pertanian atau astronomi. Misalnya di Mesir, tahun baru dimulai dengan banjir tahunan Sungai Nil.


Sejarah Tahun Baru Masehi: Akhirnya Dirayakan Pada 1 Januari oleh Bangsa Romawi

Melansir situs History, bangsa Romawi awalnya merayakan tahun baru setiap tanggal 1 Maret. Hal ini karena kalender Romawi kuno hanya terdiri dari 10 bulan dan 304 hari yang dimulai pada bulan Maret.

Kalender Romawi kuno dibuat oleh raja pertama Roma, Romulus. Lalu pada abad ke-8 sebelum masehi, raja Roma berikutnya, Numa Pompilius menambahkan bulan Januarius dan Februarius yang sekarang ini kita kenal sebagai bulan Januari dan Februari.

Barulah pada abad ke-46 sebelum masehi, tahun baru dirayakan pada 1 Januari. Kaisar Romawi, Julius Caesar adalah seseorang yang menetapkan 1 Januari sebagai hari pertama dalam kalender Romawi.

Julius Caesar memilih 1 Januari sebagai hari perayaan tahun baru untuk menghormati nama bulan tersebut. Diketahui bulan Januarius diambil dari nama dewa permulaan di Romawi, yaitu dewa Janus.


Sejarah Tahun Baru Masehi: Perayaan Tahun Baru di Seluruh Dunia

Masih mengutip laman History, dahulu orang Romawi kuno merayakan tahun baru dengan mempersembahkan korban kepada dewa Janus. Mereka juga mendekorasi rumah mereka dengan mengadakan pesta.

Namun, saat ini, perayaan tahun baru di seluruh dunia sudah lebih modern. Tradisi perayaan tahun baru berbeda-beda di setiap negara di dunia

Berikut perayaan tahun baru di sejumlah negara di dunia:

  1. Spanyol
    Di Spanyol dan beberapa negara berbahasa Spanyol lainnya, orang-orang merayakan Tahun Baru dengan memakan selusin buah anggur. Buah anggur tersebut melambangkan harapan mereka untuk 1 tahun yang akan datang.
  2. Kuba, Austria, Hongaria dan Portugal
    Di sejumlah negara ini, orang-orang merayakan Tahun Baru dengan menyantap babi. Mereka menganggap babi mewakili kemajuan dan kemakmuran.
  3. Swedia dan Norwegia
    Masyarakat Swedia dan Norwegia merayakan Tahun Baru dengan menyajikan puding nasi dengan kacang almond yang tersembunyi di dalamnya. Dikatakan bahwa siapa pun yang menemukan kacang almond tersebut akan mendapatkan keberuntungan selama 1 tahun ke depan.

Setelah mengetahui sejarah tahun baru Masehi, simak pula aturan perayaan tahun baru 2022 di Indonesia di halaman berikutnya.