Kemnaker Ungkap 4 Isu Penting di Expo 2020 Dubai, Apa Saja?

Dea Duta Aulia - detikNews
Senin, 27 Des 2021 19:02 WIB
Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri (PTKDN) Kemnaker, Nora Kartika
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan mengungkapkan empat isu ketenagakerjaan di Expo 2020 Dubai. Keempat isu itu mencakup program dan kebijakan ketenagakerjaan yang bervisi ke depan, peran dan fungsi stakeholders pemerintah.

Keempat isu itu mencakup program kebijakan ketenagakerjaan yang bervisi ke depan, peran fungsi stakeholders pemerintah serta swasta yang berada di pusat dan daerah, iklim ketenagakerjaan yang ramah investasi, selanjutnya dukungan semua pihak terhadap penghargaan akan kesetaraan, hak asasi, dan dunia kerja yang inklusif.

Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri (PTKDN) Kemnaker Nora Kartika mengatakan keempat gambaran tersebut merupakan komitmen Indonesia untuk kesiapan sisi ketenagakerjaan untuk mendukung terwujudnya iklim investasi yang lebih ramah.

"Kami menampilkan sisi-sisi capaian pembangunan sumber daya tenaga kerja dan ketenagakerjaan sebagai bagian penting dukungan terbaik dalam pembangunan teknologi, inovasi, dan iklim bisnis yang sehat," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (27/12/2021).

Selain menjabarkan empat isu tersebut, ia menjelaskan, kehadiran Indonesia di ajang bergengsi tersebut merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya melalui simbol keberagaman, damai, dan kearifan.

"Untuk itu seluruh unsur yang terlibat dalam EXPO Dubai 2020, baik dari pemerintah, swasta, masyarakat, bahkan seluruh masyarakat Indonesia yang bermukim di PEA merupakan delegasi dan turut membawa nama baik Indonesia," jelasnya.

Nora menambahkan, dalam ajang tersebut, Kemnaker juga akan menghadirkan perkembangan Indonesia dalam hal ketenagakerjaan yang bervisi ke depan. Serta memperkenalkan masyarakat internasional terkait reformasi birokrasi, SDM unggul Indonesia melalui forum bisnis, business meeting, dan pameran produk UMKM.

"Kita hadir bersama untuk mendukung pemajuan potensi budaya dan peluang bisnis di Indonesia yang diharapkan semakin dikenal dan menarik dunia internasional," pangkasnya.

(fhs/ega)