Ramai Dibahas Bonus Atlet DKI: Di Bawah 5 Provinsi 'Termiskin', Belum Dibayar

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Des 2021 17:07 WIB
Anies Baswedan melepas Kontingen DKI Jakarta ke PON XX Papua
Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
Jakarta -

Pegiat antikorupsi Emerson Yuntho menjabarkan data soal bonus atlet PON DKI yang lebih kecil dibanding 5 provinsi lain. Disebutkan atlet peraih medali DKI mendapat bonus Rp 200 juta untuk medali emas.

Emerson dalam cuitannya itu menerangkan jumlah bonus yang diterima atlet DKI lebih sedikit dibanding lima provinsi di RI yang dinilai termiskin versi BPS tahun 2020.

Emerson dalam cuitannya juga menyertakan table menyajikan jumlah bonus dari dari Papua, Papua Barat, NTT, Maluku, Gorontalo, dan DKI Jakarta. Data yang ditampilkan itu diperoleh dari berbagai sumber.

Atlet peraih medali emas Papua mendapat Rp 1 M, Papua Barat Rp 1 M, NTT Rp 200 juta dan rumah, Maluku Rp 200 juta, Gorontalo Rp 800 juga (beregu), serta DKI Jakarta Rp 200 juta.

Emerson juga mencuitkan bonus untuk atlet DKI itu belum cair. Dia berharap segera ada revisi aturan terkait penghargaan ke atlet DKI.

Dihubungi terpisah, Ketua KONI DKI Djamhuron belum bisa menerangkan nasib atlet PON kontingen DKI itu. Dia menyebut hari ini sedang mengadakan pertemuan dengan Gubernur Anies Baswedan.

"Sorry saya lagi mau ada meeting. Ini acara gubernur. Sorry ya," ucap Djamhuron, kepada wartawan, Senin (27/12/2021).

Atlet Harap Bonus Segera Cair

Atlet DKI Odekta Elvina Naibaho dan Emilia Nova berharap bonus peraih medali PON XX Papua segera tersalurkan. Seperti dilansir dari Antara, Rabu (22/12), penyerahan bonus itu akan diserahkan Anies pada Rabu (22/12) lalu.

Namun acara itu mundur setelah ramai atlet DKI mengeluh dan kecewa tak ada kenaikan bonus PON sebelumnya. Odekta, yang merupakan atlet lari, mengatakan penghargaan yang diberikan tidak berubah dari lima tahun lalu. Bahkan untuk peraih medali perak malah menurun. Pajak yang dibebankan kepada atlet juga dinilai memberatkan.

"Akumulasi bonus untuk tiga medali emas, pajaknya mencapai Rp 125 juta," ujar Odekta. Odekta sendiri meraih tiga emas PON Papua pada nomor 5.000 meter, 10.000 meter, dan maraton.

Anies Janji Naikkan Bonus

Anies disebut menjanjikan akan menaikkan bonus atlet peraih medali. Namun butuh waktu karena harus ada landasan yang mengatur pemberian apresiasi ke atlet berprestasi.

Aturan bonus itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 1203 Tahun 2018 tentang Satuan Biaya Kegiatan Keolahragaan dan Kepemudaan serta Penghargaan Prestasi Olahraga dan Pemuda pada Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.

Dalam kepgub itu disebutkan bonus peraih emas perorangan untuk level nasional diganjar bonus Rp 200 juta, perak sebesar Rp 50 juta, dan perunggu Rp 30 juta.

Sementara itu, Emilia berterima kasih ke Anies mendengar keluhan atlet DKI. Emilia merupakan peraih emas nomor 100 m lari gawang putri dan perunggu nomor 4x100 m estafet putri.

"Bersyukur karena akhirnya didengar, dan kami protes untuk mengingatkan saja, karena kami berjuang mati-matian untuk PON," jelasnya.

Emilia berharap aturan terbaru terkait bonus bisa selesai sebelum akhir tahun ini.

"Katanya beberapa hari ini akan diusahakan aturannya selesai. Semoga tidak lewat akhir tahun."

(idn/tor)