Jokowi Hapus Ditjen Fakir Miskin, Stafsus Setneg Bicara Kerja Keras Risma

Matius Alfons - detikNews
Senin, 27 Des 2021 14:24 WIB
Faldo Maldini
Faldo Maldini (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Stafsus Mensesneg Faldo Maldini mengungkap alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghapus Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Ditjen PFM) dalam struktur organisasi Kementerian Sosial. Faldo mengatakan penghapusan ditjen tersebut sudah sesuai kebutuhan organisasi.

"Semua kebutuhan organisasi sudah melewati berbagai evaluasi dan penilaian. Ada unit-unit yang fungsinya bisa dimasukkan ke dalam beberapa ditjen lainnya. Ada yang merger, kementerian aja bisa digabung. Jadi, semuanya tergantung kebutuhan dan situasi," kata Faldo kepada wartawan, Senin (27/12/2021).

Faldo lantas berbicara mengenai kerja keras Mensos Tri Rismaharini. Menurut dia, peran Kemensos kini telah dirasakan masyarakat.

"Kita lihat hari ini, peran Kemensos sangat strategis untuk bangkit dari pandemi. Kerja keras Bu Mensos dan jajaran sudah sama-sama bisa kita lihat, bantuan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujar Faldo.

Karena itu, menurut Faldo, penghapusan Ditjen PFM semata-mata untuk merespons tantangan zaman. Faldo mengatakan pemerintah harus terus bergerak di tengah pandemi COVID-19 ini.

"Jadi, semuanya murni untuk menjawab berbagai kebutuhan baru. Yang jelas, saat pandemi ini, kita harus berlari. Kemensos punya peran penting di sini," imbuh dia.

Jokowi sebelumnya meneken Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kementerian Sosial (Kemensos). Dalam perpres terbaru ini, Jokowi juga menghapus Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Ditjen PFM) dalam struktur organisasi Kementerian Sosial.

Perpres itu terbit dengan nomor 110 tahun 2021. Perpres yang diteken Jokowi pada 14 Desember 2021 itu mencabut Perpres No 46 Tahun 2015 tentang Kementerian Sosial.

Dilihat detikcom, Kamis (23/12), tidak adanya Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin dalam struktur organisasi Kemensos itu tertuang dalam Pasal 6 di Bab II Organisasi bagian Struktur Organisasi. Selain Ditjen PFM, Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial juga tidak lagi ada dalam daftar struktur organisasi Kemensos.

Berikut ini bunyi Pasal 6:

Pasal 6
Kementerian Sosial terdiri atas:
a. Sekretariat Jenderal;
b. Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial;
c. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial;
d. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial;
e. Inspektorat Jenderal;
f. Staf Ahli Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial;
g. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial; dan
h. Staf Ahli Bidang Aksesibilitas Sosial.

Aturan Lama

Sementara itu, dalam perpres sebelumnya, Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin dan Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial tertuang dalam Pasal 4 di Bab II Organisasi bagian Struktur Organisasi.

Berikut ini bunyi pasal tersebut:

Pasal 4
Kementerian Sosial terdiri atas:
a. Sekretariat Jenderal;
b. Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial;
c. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial;
d. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial;
e. Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin;
f. Inspektorat Jenderal;
g. Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial;
h. Staf Ahli Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial;
i. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial; dan
j. Staf Ahli Bidang Aksesibilitas Sosial.

Simak juga Video: Kemensos Datangi Bareskrim Minta Kasus Kekerasan Anak di Malang Diusut

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)