Memahami Sport Science yang Buat Atlet Jabar Subur Prestasi

ADVERTISEMENT

Year in Review 2021

Memahami Sport Science yang Buat Atlet Jabar Subur Prestasi

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Senin, 27 Des 2021 18:35 WIB
Atlet Jawa Barat, Halomoan EB (087) berhasil meraih medali emas Atletik PON XX Papua nomor Lari 400m Gawang Putra. (Foto : PB PON XX Papua/Ady Sesotya)
Foto: Atlet Jawa Barat, Halomoan EB (087) berhasil meraih medali emas Atletik PON XX Papua nomor Lari 400m Gawang Putra. (Foto : PB PON XX Papua/Ady Sesotya)
Jakarta -

Program pelatihan yang sistematis dan berkelanjutan merupakan kunci keberhasilan Jawa Barat melahirkan atlet-atlet berprestasi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan konsep sport science dalam pembibitan atlet. Apa itu sport science?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerangkan sport science adalah pelibatan ilmu sains, dalam hal ini mengenai kondisi fisik atlet, dalam kegiatan pelatihan. Menurut Kang Emil, sport science berperan penting untuk membuat atlet Jabar meraih prestasi.

"Dalam empat tahun terakhir ini, Jawa Barat sedang bereksperimen (menerapkan) sport science. Sport science itu adalah mengkombinasikan ilmu-ilmu pertumbuhan fisik dengan prestasi," jelas Kang Emil.

Mantan Wali Kota Bandung itu menguraikan atlet Jabar menjalani pelatihan yang disesuaikan dengan kondisi fisik dan lingkungan. Dengan begitu, kapasitas dan kapabilitas mereka dapat dimaksimalkan.

"Misalnya kalau dilatih di oksigen tipis, dia akan banyak menghasilkan sel darah merahnya, yang berkaitan nantinya dengan ketahanan fisik," kata Kang Emil.

Kang Emil mengatakan pihaknya melibatkan pihak profesional yang memahami terkait sport science. Alhasil, Jabar dapat menerapkan pola pelatihan yang sesuai dan efektif untuk masing-masing atlet, sehingga kemampuan mereka dapat terasah secara optimal untuk menghadirkan prestasi bagi Jawa Barat maupun di tingkat negara.

"Di Jabar, ada Universitas Pendidikan Indonesia yang memiliki fakultas olahraga. Di situ, salah satunya, ada fasilitas tentang ilmu olahraga, termasuk ilmu tentang sport science," sebut Kang Emil.

Kang Emil mengungkapkan Pemda Provinsi Jabar memiliki pusat pendidikan dan latihan olahraga pelajar yang membina atlet dari 13 cabang olahraga. Selain provinsi, kabupaten/kota juga memiliki Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP).

"Pola pembinaan atlet dimulai sejak dini melalui pencarian bibit atlet dan kejuaraan berjenjang, misalnya pekan olahraga pelajar daerah dan nasional serta kejuaraan tingkat junior dan senior," jelas Kang Emil.

Efektivitas pola pelatihan atlet Jabar terlihat dari raihan prestasi gemilang di pentas nasional. Jabar mengukir sejarah juara Pekan Olahraga Nasional (PON) dua kali berturut-turut, tahun 2016 di Jawa Barat dan 2021 di Papua.

Selain meraih medali, Atlet-atlet Jabar menunjukkan keperkasaan mereka dengan memecahkan sejumlah rekor di PON XX Papua. Halomoan Edwin Binsar Simanjuntak mencetak rekor waktu tercepat di nomor lari gawang 400 meter, yakni 51.33 detik. Catatan waktu tersebut memecahkan rekor PON yang sebelumnya dipegang pelari Nusa Tenggara Barat (NTB) Andrian dengan waktu 51.83 detik pada PON XIX Tahun 2016.

Selain Halomoan, pelari asal Jabar Tyas Murtingsih juga mampu memecahkan rekor nasional pada nomor lari putri 100 meter yang selama 20 tahun dipegang oleh Irene Truitje dengan catatan waktu 11.74 detik. Pada PON XX Papua 2021, Tyas mencatatkan waktu 11.67 detik.

Tyas juga turut memecahkan rekor PON nomor 4x100 estafet putri milik DKI Jakarta dengan waktu 45.93 detik di PON XVII Kalimantan Timur 2008. Bersama Raden Roselin Fika, Erna Nuryanti, dan Ulfa Silpiana, Tyas mencatatkan waktu 45,67 detik.

Rekor yang ditorehkan atlet Jabar tidak hanya pada cabor atletik, tetapi juga atlet cabor angkat berat Susi Susanti yang turun di kelas 52 kg. Ia melampaui rekor Asia dan Rakornas untuk jenis angkatan deadlif yang sebelumnya dipegang oleh Chou Yu Ji dari Cina TPE. Total angkatan Susi untuk jenis angkatan deadlif mencapai 197,5 kg.

Kemudian, Tim Polo Air Putra Jabar akhirnya meraih medali emas untuk kali pertama dalam 50 tahun terakhir. Pada laga final, Tim Polo Air Putra Jabar berhasil mengalahkan DKI Jakarta dengan skor 8-5.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT