WN Timor Leste Buron Pemerkosaan-Pembunuhan Ditangkap di Kupang

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Des 2021 10:35 WIB
Petugas mendeportasi warga Timor Leste Vicente Feerer Hornai Soares yang diduga masuk dalam DPO kasus pemerkosaan dan pembunuhan. (Foto: ANTARA/HO-Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang)
Petugas mendeportasi warga Timor Leste Vicente Feerer Hornai Soares yang diduga masuk dalam DPO kasus pemerkosaan dan pembunuhan. (ANTARA/HO-Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang)
Jakarta -

Warga negara (WN) Timor Leste bernama Vicente Ferrer Hornai Soares (32) ditangkap polisi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Vicente masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang diduga ia lakukan di Timor Leste.

"Vicente Feerer Hornai Soares sebelumnya diamankan pihak kepolisian karena diduga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan yang bersangkutan di Timor Leste," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Darwanto, seperti dikutip dari Antara, Senin (27/12/2021).

Darwanto mengatakan Vicente langsung dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kupang, NTT. Darwanto menyebut Vicente melanggar tindak pidana keimigrasian dengan memasuki wilayah Indonesia, yakni NTT, secara ilegal.

Tindakan deportasi bermula dari informasi Sat Intelkam Polres Kabupaten Kupang tentang seorang WN Timor Leste yang diamankan karena diduga sebagai DPO kasus pemerkosaan dan pembunuhan. Tim Inteldakin Imigrasi Kupang pun membawa orang tersebut menuju Atambua, Kabupaten Belu, untuk selanjutnya menuju Timor Leste melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.

Di sana, Darwanto menjelaskan tim bertemu dengan pihak Konsulat Timor Leste di Atambua guna melakukan pendampingan menuju wilayah perbatasan antarnegara. Setelah menyelesaikan administrasi keimigrasian, kata Darwanto, tim langsung bergerak menuju daerah Batugede Timor Leste untuk menyerahkan warga tersebut.

"Warga yang dideportasi kemudian diserahkan kepada Kepala Intelijen Timor Leste di Batugede," tuturnya.

Lebih lanjut, Darwanto menekankan deportasi ini menunjukkan koordinasi dan sinergi bersama instansi terkait terus berjalan dalam mengawasi keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Indonesia.

"Ke depan kami terus memperkuat koordinasi untuk mengawasi orang asing demi tegaknya kedaulatan bangsa," katanya.

Adapun Vicente Feerer Hornai Soares melanggar tindak pidana keimigrasian sebagaimana dimaksud pada Pasal 113 dan Pasal 119 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Vicente dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi ke negara asal.

(drg/idh)