Ada Oknum Keroyok Remaja di Jaktim, Polisi Diminta Profesional Meski Emosi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 26 Des 2021 06:46 WIB
Jazilul Fawaid
Jazilul Fawaid (Foto: MPR)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI fraksi PKB, Jazilul Fawaid menyerahkan proses hukum 2 oknum polisi yang mengeroyok remaja di Jakarta Timur (Jaktim). Akan tetapi, Jazilul mengingatkan polisi profesional dalam bertugas.

"Kita serahkan saja pada proses penyelidikan yang sedang berlangsung agar jelas duduk perkaranya," kata Jazilul kepada wartawan, Sabtu (25/12/2021).

Wakil Ketua MPR itu menyadari anggota polisi bisa emosi apabila diganggu. Dia menyebut polisi juga manusia biasa.

"Selain penegak hukum, polisi juga manusia yang dapat tersulut emosinya bila diganggu dan terancam," katanya.

Namun demikian, Jazilul menekankan bahwa polisi harus mengikuti ketentuan hukum dalam bertugas. Dia juga meminta agar polisi profesional.

"Namun, selaku aparat penegak hukum polisi harus tetap menjalankan tugasnya sesuai ketentuan hukum dan profesional," jelasnya.

Sebelumnya, dua oknum polisi dilaporkan atas dugaan pengeroyokan terhadap remaja berusia 14 tahun di Bidara Cina, Jakarta Timur. Kedua oknum polisi tersebut merupakan anggota Mabes Polri.

"Itu ya kan (pelaku) ada anggota Mabes Polri," ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan saat dimintai konfirmasi, Jumat (24/12).

Kedua oknum polisi tersebut berinisial TP dan SS. Saat ini keduanya masih berstatus sebagai saksi.

"Nah, proses tetap berjalan," kata Erwin.

Kombes Erwin menambahkan pihaknya juga melibatkan Propam Polres Metro Jakarta Timur untuk mendalami pemeriksaan terhadap dua oknum polisi itu.

"Sementara ini masih kami yang nangani ya karena kan pidananya di kami. Belum ada kebijakan untuk menarik ke Polda atau gimana ya. Jadi tetap kami yang periksa di Propam kita," sambungnya.

Pengeroyokan terhadap remaja yang dilakukan oleh kedua oknum polisi itu terjadi pada 11 November 2021. Korban dipukuli dengan tangan kosong dan tongkat Polri oleh kedua oknum polisi tersebut.

Kedua oknum polisi itu melakukan pengeroyokan secara bersama-sama dengan melibatkan seorang warga sipil.

"Ketiga pelaku secara bersama-sama memukuli kedua korban dengan menggunakan tangan kosong dan tongkat Polri," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dalam keterangannya, Jumat (24/12).

(lir/aik)