Siap-siap! Pemda dengan Laju Vaksinasi Rendah Akan Disanksi

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 17:15 WIB
Tito Karnavian
Foto: dok. Kemendagri
Jakarta -

Pemertintah Pusat bakal mengevaluasi kinerja Pemerintah Daerah di awal Januari 2022. Evaluasi di tingkat provinsi bakal langsung dilakukan oleh Presiden, sementara Kemendagri akan mengevaluasi pemerintah di tingkat kabupaten/kota.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan evaluasi tersebut salah satunya untuk melihat capaian laju vaksinasi di masing-masing Pemda. Bagi Pemda yang laju vaksinasinya sesuai target akan diberi apresiasi. Sebaliknya, terhadap daerah yang laju vaksinasinya rendah akan diberikan sanksi.

"Bagi (daerah) yang jomplang sekali (laju vaksinasinya) pasti kita akan sampaikan punishment (sanksi)," tegas Tito dalam keterangan tertulis, Jumat (24/12/2021).

Saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan COVID-19 dan Percepatan Vaksinasi di Maluku yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Maluku, Tito menjelaskan sanksi tersebut misalnya, dengan tidak diberikannya Dana Insentif Daerah (DID), evaluasi ulang terkait pemberian Dana Alokasi Khusus (DAK), dan beragam bentuk sanksi lainnya.

Kemendagri juga akan menyampaikan ke publik daerah mana saja yang tak berhasil mencapai target vaksinasi.

Tito juga menegaskan, capaian vaksinasi menjadi salah satu indikator evaluasi kinerja pemerintah daerah (Pemda). Karena itu, Pemda diimbau untuk dapat menggenjot capaian vaksinasi hingga akhir Desember 2021.

"Percepatan vaksinasi selain untuk proteksi masyarakat kita, sekaligus juga salah satu indikator kinerja dari daerah," ujar Tito.

Adapun kegiatan Rakor tersebut diikuti oleh Gubernur Maluku, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku, kepala daerah se-Maluku, serta beberapa pejabat terkait lainnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah menargetkan capaian vaksinasi dosis pertama sebanyak 70 persen hingga akhir Desember 2021. Capaian ini bukan hanya mengandalkan sejumlah daerah, melainkan kinerja seluruh daerah di Indonesia.

Karena itu, seluruh Pemda diimbau agar meningkatkan laju vaksinasinya, sehingga jarak capaian antardaerah tidak terlalu jauh.

(prf/ega)