Pengacara Sebut Acara Maulid Habib Bahar Diintervensi, Polisi Membantah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 16:45 WIB
Bahar bin Smith saat ini kembali diperbincangkan. Hal ini dikarenakan beredarnya sebuah video ceramah Habib Bahar bin Smith. Seperti apa bentuknya?
Habib Bahar bin Smith (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta -

Tim advokasi Habib Bahar bin Smith menyampaikan keluhan hampir semua panitia yang hendak mengundang Habib Bahar sebagai penceramah di setiap acara maulid. Mereka mengaku didatangi oleh oknum polisi yang diduga melakukan intervensi supaya tidak menghadirkan Habib Bahar.

"Bahwa hampir semua panitia-panitia acara maulid yang mengundang Habib Bahar sebagai penceramah, diduga didatangi oleh oknum dari pihak kepolisian, mulai dari daerah Jawa Barat sampai daerah DKI," ujar pengacara Habib Bahar, Ichwan Tuankotta, melalui keterangan tertulis, Jumat (24/12/2021).

Tuankotta menjelaskan dugaan intervensi ini khususnya terjadi di daerah Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta. Panitia maulid yang akan mengundang Habib Bahar menjelaskan mereka didatangi oknum polisi dari polres hingga Polda Jabar dan Polda Metro Jaya.

Kemudian, Tuankotta menyebut panitia mengaku ditekan supaya membatalkan acara maulid tersebut atau mengganti penceramahnya. Bahkan, ada yang sampai dipanggil ke kantor polisi.

"Bahkan ada panitia yang ditekan agar penceramahnya jangan Habib Bahar, ada yang menekan agar acara maulidnya dibatalkan, ada juga yang sampai dipanggil ke kantor polisi, ada juga yang sempat di BAP oleh kepolisian," tuturnya.

Tuankotta mempertanyakan kenapa hanya acara maulid yang dihadiri Habib Bahar yang didatangi polisi. Dia merasa heran panitia-panitia acara maulid lain tidak diintervensi oleh kepolisian.

Tuankotta turut membahas banyak umat yang antusias menyambut kehadiran Habib Bahar bin Smith. Tuankotta mengatakan umat di berbagai daerah rindu kepada sosok ulama yang tulus seperti Habib Bahar.

"Antusiasnya umat menyambut kehadiran Habib Bahar bin Smith dalam acara keagamaan baik tablig akbar maupun acara maulid. Antusias umat di berbagai daerah ini tidak lain adalah kerinduan umat akan sosok ulama yang lurus, ulama yang menyampaikan kebenaran, ulama yang tulus bersama umat memperjuangkan keadilan menjaga bangsa dan negara ini dari kehancuran," papar Tuankotta.

Untuk itu, Tuankotta meminta pihak Polri menindak para oknum polisi. Dia menekankan intervensi tersebut merupakan bentuk diskriminasi terhadap Habib Bahar.

"Tolong pihak Polri menjawab hal ini? Karena diduga ada oknum polisi yang melakukan hal tersebut di atas kepada panitia yang akan menghadirkan Habib Bahar sebagai penceramah. Karena jikalau acara yang penceramah nya Habib Bahar aja, ini adalah diskriminasi terhadap Habib Bahar," ucapnya.

Polisi Membantah

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan membantah pihaknya pernah melakukan intervensi terhadap acara maulid yang dihadiri Habib Bahar. Zulpan mengatakan, apabila ada polisi yang datang, itu memiliki tujuan memberi pengamanan.

"Saya rasa itu nggak benar, itu tidak mendasar tuduhan itu tidak benar. Jadi kita profesional saja kita. Kita itu setiap masyarakat yang ingin ajukan keramaian itu harus ada izin. Kalau udah ada izin dari kepolisian tentunya akan diberikan bantuan pengamanan. Nggak ada kita menekan, keliru itu," kata Zulpan.

"Maksudnya (polisi) datang itu sebagai apa? Kalau pengamanan kegiatan itu berizin, tentu pengamanan kehadiran polisi. Ini datangnya sebagai apa dulu yang dia maksud?" sambungnya.

Selain itu, Zulpan membantah polisi pernah memanggil panitia maulid yang mau mengundang Habib Bahar ke kantor polisi. Jika acara sudah berizin, Zulpan menyebut polisi pasti membantu dari segi pengamanan.

"Nggaklah kalau katanya-katanya gimana tuh? Di kantor polisi mana? Nggak ada itu. Di Polda Metro nggak ada itu. Kalau dia berizin tentu dibantu bantuan pengamanan. Jadi anggota polisi itu, kalau berizin ya. Kalau nggak berizin pasti ditanyakan kalau terkait dengan kehadiran," imbuh Zulpan.

(drg/fjp)