Azis Syamsuddin Bantah Kesaksian soal Telepon Eks Bupati Kukar di Lapas

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 21:54 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menyampaikan keterangan dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap penanganan perkara yang diusut KPK dengan terdakwa, mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husain di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (25/10).
Eks Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, terjerat kasus suap. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Azis Syamsuddin membantah kesaksian mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) yang mengaku ditelepon oleh Azis Syamsuddin di lapas. Azis meminta agar percakapan telepon di Lapas Tangerang dibuka.

"Saya minta buka percakapan telepon wartelsus Lapas Tangerang," kata Azis saat memberi tanggapan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (23/12/2021).

Selain meminta percakapan telepon dibuka, Azis membantah tentang sosok Kris yang disebut Rita dalam sidang.

"Saya keberatan menelepon (Rita Widyasari), keberatan menyuruh orang bernama Kris," ucap Azis.

Sebelumnya, Rita Widyasari dalam sidang mengungkapkan percakapan telepon antara dia dengan Azis Syamsuddin di lapas melalui Wartel Khusus atau Wartelsus di Lapas Tangerang. Rita meengaku pernah disuruh Azis bersaksi memberi Rp 8 miliar ke AKP Robin di hadapan penyidik KPK.

Berikut ini percakapannya:

BAP: tersangka Muhammad Azis Syamsuddin (MAS) menghubungi saya dan sampaikan sebagai berikut:
MAS: Bunda tolong kalau diperiksa KPK akui saja uang dolar yang dicairkan Robin di money changer milik Bunda.

Rita Widyasari menjawab: 'Berapa, Bang? Itu uang dari Abang?' Terdakwa sampaikan 'Sekitar Rp 8 miliar, iya itu uang dolar dari saya'. Rita Widyasari menjawab 'Hah gimana cara merangkai ceritanya? Sedangkan saya nggak pernah ketahui uang itu, nggak pernah pegang uang itu, nggak pernah punya uang dolar, bagaimana cara mengarangnya? Terdakwa sampaikan 'Akui aja kan kamu punya surat kuasa dan lawyer fee sebesar Rp 10 miliar legal lah'. Saksi Rita Widyasari menjawab 'saya nggak bisa bang merangkai ceritanya', terdakwa (Azis Syamsuddin) sampaikan 'Nanti ada orang saya datang jelaskan skema ceritanya'.

Percakapan ini lah yang diminta Azis dibuka. Azis keberatan dan membantah adanya percakapan itu.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.