Eks Bupati Kukar soal Ponsel di Lapas: Kalau Pak Azis di Sel Pasti Ngerti

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 20:11 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menjalani sidang perdana kasus suap mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. Azis didakwa memberi suap sekitar Rp 3,6 miliar.
Azis Syamsuddin (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, menjelaskan komunikasinya dengan mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin di dalam Lapas. Rita menegaskan komunikasiya dengan Robin itu resmi tanpa melanggar aturan lapas.

Diketahui, pada sidang sebelumnya Senin (20/12/2021) Azis Syamsuddin sempat mempertanyakan apakah Rita membawa HP ke lapas karena Rita bisa berkomunikasi dengan Robin.

"Perlu saya sampaikan di sini gara-gara berita kemarin, saya sempat disidak oleh Kanwil, di lapas itu kan hakikatnya, lapas itu adalah tempat pembinaan dimana kita nggak bisa mutus silaturahmi dengan orang-orang yang ada dengan keluarga, teman-teman dan sebagainya. Apalagi di masa COVID ini kebijakan dari kedirjenan, bahwa kami bisa terima telepon dan di telepon melalui Wartelsus, dan kami bisa video call di jam-jam tertentu dengan pengawasan," jelas Rita di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (23/12).

Rita pun berseloroh mengatakan jika Azis Syamsuddin sudah masuk ke lapas. Maka Azis akan memahami situasi di sana.

"Dan jadi kalau nanti Pak Azis sudah di dalam (lapas), pasti mengerti bahwa di dalam itu bukan berarti kita tidak bisa komunikasi dengan siapa pun. Kita bisa komunikasi dengan siapa pun, dan menerima berita, menerima apa namanya... pesan, itu melalui Wartelsus wartel khusus. Bapak boleh cek saja, dan kami memang diperbolehkan untuk itu karena hakikat permasyarakatan pembinaan, kita nggak boleh lepas hubungan dengan saudara kita di luar," jelas Rita.

Rita menjelaskan, Wartelsus ini sistemnya seperti wartel. Ada voucher yang digunakan sebagai nilai tukar.

"Langsung (terima telepon) bisa, kan kita ada voucher dan itu pemasukan bagi lapas di seluruh Indonesia, karena setiap orang ingin hubungi keluarganya," ucap Rita.

Rita pun mengakui Robin pernah menghubungi dia di lapas. Dia pernah dihubungi beberapa kali.

Dalam sidang ini, Azis Syamsuddin duduk sebagai terdakwa. Dia didakwa memberi suap ke mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin dan Maksur Husain sekitar Rp 3,6 miliar.

Jaksa mengatakan Azis memberi suap itu dengan maksud agar AKP Robin selaku penyidik KPK saat itu mengurus kasus yang melibatkan namanya dan Aliza Gunado. Azis disebut jaksa memberi suap agar dia dan Aliza Gunado tidak menjadi tersangka KPK.

Simak Video: Azis Syamsuddin Kecewa ke AKP Robin: Karena Anda, Saya Terdakwa!

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dwia)