Tok! MA Hukum Perusahaan Penyebab Kebakaran Hutan di Jambi Rp 590 Miliar

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 17:00 WIB
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta
Gedung MA (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi PT Argo Tumbuh Gemilang Abadi (ATGA) vs Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK). MA menguatkan putusan sebelumnya yang menghukum ATGA sebesar Rp 590 miliar karena menyebabkan kebakaran hutan.

Kasus bermula saat Jambi dilanda kabut asap sangat pekat pada Januari-Oktober 2015. Asap sampai masuk ke Kota Jambi. Menurut ahli IPB, Prof Bambang Hero Saharjo, kebakaran itu berasal dari 1.500 hektare kebun PT ATGA.

Kebakaran yang terjadi di lahan kebun itu telah menghasilkan total bahan partikel (TBP) yang dilepaskan selama kebakaran berlangsung adalah sebanyak 450 ton dan gas rumah kaca yang terdiri atas 10.125 ton C, 3.543,75 ton CO2, 36,855 ton CH4, 16,301 ton Nox, 45,360 ton NH3, 37,563 ton O3, dan 655,59 ton CO, serta total massa gambut yang terbakar sebanyak 22.500 ton.

Akibatnya, terjadi penurunan ketebalan tanah gambut (subsidence), kematian flora (tanaman pakis, rumput, kelakai, harendong), kematian fauna (laba-laba, semut, rayap, cacing, jangkrik). Selain itu, menyebabkan musnah atau kematian flora dan fauna 100 persen.

KLHK kemudian menggugat AGTA ke pengadilan.