Warga Bali Geger Penemuan Mayat Wanita Membusuk-Kepala Terpenggal di Pantai

ADVERTISEMENT

Warga Bali Geger Penemuan Mayat Wanita Membusuk-Kepala Terpenggal di Pantai

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 15:13 WIB
Penemuan mayat wanita dengan kepala terputus di Bali. (dok. Istimewa)
Penemuan mayat wanita dengan kepala terputus di Bali. (Dok. Istimewa)
Badung -

Warga di wilayah Pantai Nyang-Nyang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, dibuat geger oleh penemuan mayat wanita yang telah membusuk. Mirisnya, kepala dan tubuh mayat wanita itu telah terputus.

"Identitas korban masih belum diketahui. Untuk identitas korban masih ditelusuri oleh Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Kamis (23/12/2021).

Sukadi mengatakan mayat tersebut sudah ditemukan membusuk. Orang tersebut diperkirakan sudah meninggal selama dalam minggu lebih, mengingat sebelumnya telah ditemukan sebuah sepeda motor Honda Scoopy terparkir lama di lokasi.

"Kondisi korban di TKP dalam keadaan terlentang, kondisi sudah membusuk, kepala putus dan sudah menjadi tengkorak, dada sudah sisa tulang," ungkap Sukadi.

Sukadi menuturkan awalnya warga asal Banjar Dinas Karang Boma, Desa Pecatu bernama Nyoman Sudiartana pergi memancing sekitar pukul 09.30 Wita. Saat berjalan menuju Pantai Nyang-Nyang di atas tebing, ia mencium bau busuk yang membuatnya ingin muntah.

Setelah beberapa saat, Nyoman Sudiartana menemukan sesosok mayat yang diperkirakan berjenis kelamin perempuan dalam keadaan terlentang. Mayat tersebut sudah membusuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap dengan pakaian sudah dalam keadaan sobek-sobek.

"Dengan adanya temuan tersebut, (Nyoman Sudiartana) lantas pulang ke rumah untuk menginformasikan kepada saudara yang kebetulan sebagai Kelian Tempek dan selanjutnya melaporkan ke Kepala Desa terkait penemuan mayat tersebut," terang Sukadi.

Mayat tersebut kemudian dievakuasi oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali). Sekitar pukul 12.00 Wita, jenasah berhasil diangkat dengan menggunakan kantong mayat.

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada mengatakan penemuan mayat tersebut langsung dilaporkan kepada pihaknya oleh warga setempat. Ia mengaku menerima laporan tersebut sekitar pukul 10.35 Wita.

"Kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali). Kami tadi terima laporannya jam 10.35 Wita dari Bapak Subena yang merupakan warga setempat," terang Darmada.

Basarnas Bali kemudian memberangkatkan 10 orang rescuer menuju lokasi. Setiba di lokasi, tim berkoordinasi terlebih dahulu dengan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Desa Pecatu, Buser Kuta Selatan, serta perangkat Desa Pecatu.

Dua orang personel dan warga menuruni tebing dengan pengaman tali dan dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak yang sempit kira-kira sepanjang 100 meter di pinggiran tebing.

Akhirnya tim SAR gabungan bersama warga berhasil mengevakuasi jenasah kurang lebih pukul 11.59 Wita. Mayat tersebut selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar dengan menggunakan mobil ambulans.

"Korban berada di bagian tebing sedalam kira-kira 20 meter, dilihat dari kondisi jenazahnya yang nyaris terlihat bagian tulang tubuhnya, diperkirakan sudah meninggal berhari-hari," ungkap Darmada.

(nvl/nvl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT