Terungkap! Ini Pembunuh Wanita-Bayi Terbungkus Plastik di Kupang

Antara - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 11:04 WIB
Dirreskrimum Polda NTT Kombes Eko Widodo (kiri) didampingi Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya (ANTARA/Kornelis Kaha)
Dirreskrimum Polda NTT Kombes Eko Widodo (kiri) didampingi Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya (ANTARA/Kornelis Kaha)
Kupang -

Pria berinisial RB menyerahkan diri ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait kasus penemuan mayat ibu dan bayi terbalut plastik di lokasi proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kupang. RB juga mengaku telah membunuh kedua korban.

"Yang bersangkutan sudah mengaku bahwa dia yang melakukan perbuatan tersebut yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan dikubur di dalam lokasi penggalian saluran pipa SPAM Kali Dendeng, Kelurahan Penkase," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT Kombes Eko Widodo seperti dilansir Antara, Jumat (3/12/2021).

RB telah menjalani pemeriksaan sementara pada Kamis (2/12) pukul 12.00 Wita. RB ialah mantan pacar dan ayah biologis bayi yang dibunuh tersebut.

Meski RB sudah mengaku membunuh kedua korban, polisi tak bisa langsung menetapkan RB sebagai tersangka.

"Kita tidak bisa langsung menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dalam kasus ini. Kita masih selidiki lebih jauh lagi," kata Kombes Eko didampingi Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya.

Ia mengatakan penyelidikan lebih lanjut akan terus dilakukan untuk mengungkap motif di balik kasus meninggalnya dua korban ibu dan anak itu. Penyelidikan lanjutan juga akan terus dilakukan untuk mencari tahu bukti-bukti baru dari kasus tersebut.

RB Serahkan Diri ke Polisi

Diketahui, RB menyerahkan diri ke Polda NTT didampingi keluarganya pada Kamis (2/12) kemarin. Dalam kasus ini, setidaknya polisi telah memeriksa 24 saksi. Polisi juga melakukan tes DNA untuk mengungkap identitas kedua korban.

Korban perempuan bernama Astri Evita Seprini Manafe (AESN), yang berusia sekitar 30 tahun, dan Lael Maccabe (LM), bayi berusia 1 tahun. Korban yang merupakan ibu dan anak itu ialah warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kupang.

Jenazah kedua korban juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga di RS Bhayangkara Titus Ully di Kupang.

Kasus ini dalam beberapa bulan terakhir menyita perhatian warga, tidak hanya di Kota Kupang, tetapi juga hampir seluruh masyarakat NTT. Beberapa orang meminta agar pelaku pembunuhan itu ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Muncul juga sejumlah petisi yang berisi agar pelakunya diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan yang dilakukannya terhadap ibu dan bayi tersebut.

Korban AESN berpacaran dengan RB sejak sama-sama duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) di Kota Kupang. Tetapi hubungan mereka kandas.

RB lalu mempunyai pasangan baru dan menikah hingga memiliki anak. Tetapi secara diam-diam RB kembali menjalin hubungan dengan korban AESN. Korban lalu hamil dan melahirkan anak. RB secara keji membunuh AESN dan anak biologisnya yang masih berusia 1 tahun.

(jbr/idh)