Sudirman Said: Budayawan dan Seniman Berperan Perkuat Nilai Kemanusiaan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 15:00 WIB
Sudirman Said (Foto: Istimewa)
Sudirman Said (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Padepokan Kalisoga, yang berada di desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, mengadakan refleksi dalam bentuk Kidung Ruwatan. Refleksi ini dilakukan menjelang berakhirnya tahun 2021 yang masih jua diliputi suasana pandemi COVID-19.

Dalam Kidung Ruwatan ini, Ki Dalang Tarto Wijo Wasito membawakan kidung yang berisi doa-doa dan nasihat untuk terus hidup bermakna. Sejumlah penyair juga membawakan puisi yang membangun semangat menjaga kepatutan dan moral.

"Hampir dua tahun dunia dilanda wabah dahsyat bernama COVID-19. Narasi yang dikumandangkan Ki Dalang Tarto penuh makna agar kita kembali memperkuat nilai-nilai kemanusiaan," ujar Ketua Institut Harkat Negeri (IHN), Sudirman Said, dalam keterangan tertulis, Kamis (23/12/2021). Institut Harkat Negeri merupakan lembaga kajian yang menaungi Padepokan Kalisoga.

Sudirman mengatakan krisis sering membuka topeng-topeng perilaku manusia. Menurutnya, dalam tekanan krisis seperti yang dialami akibat pandemi, watak asli manusia tampil sempurna. Ada yang menampilkan solidaritas dan kedermawanan, ada yang menampilkan keserakahan dan sikap aji mumpung mengambil kesempatan dalam kesempitan orang banyak.

"Kita menyaksikan banyak kejadian, justru watak saling membantu, solidaritas, kedermawanan ditampilkan oleh kalangan masyarakat kebanyakan. Sebaliknya banyak orang di puncak-puncak kekayaan dan kekuasaan justru menampilkan watak serakah dan aji mumpungnya," tuturnya.

Karena itu, kata Sudirman, di antara warga negara, terutama yang bergerak dalam komunitas masyarakat sipil, harus terus saling mengingatkan.

"Kegiatan Kidung Ruwatan yang menghadirkan sejumlah seniman dan budayawan semoga dapat menjadi sarana saling mengingatkan, untuk kembali pada nilai-nilai kemanusiaan," ujar Sudirman.

Lebih lanjut, Sudirman mengapresiasi dedikasi pada budayawan dan pegiat seni yang terus menjaga kiprahnya. Menurut mereka, peran mereka terus dibutuhkan untuk memperkuat nilai kemanusiaan.

"Peran para budayawan dan seniman sejak masa perjuangan kemerdekaan selalu menjadi suluh dan penyebar semangat. Peran ini masih terus dibutuhkan untuk memperkuat kembali nilai-nilai kemanusiaan, yang sedang mengalami degradasi," kata Sudirman.

Acara yang digelar bertepatan dengan Hari Ibu itu dihadiri tokoh masyarakat, kepala desa, dan para pegiat seni kebudayaan. Sejumlah puisi dibacakan oleh penyair Abu Makmur dan Lukman Suyanto. Demi menjaga protokol kesehatan, yang hadir dalam acara ini dibatasi dan sepanjang acara tetap diberlakukan protokol ketat.

(mae/fjp)