Ketua KPK Pamer Survei Ukur Tingkat Korupsi: Terbesar yang Kita Lakukan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 14:48 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri
Ketua KPK Firli Bahuri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan responden survei penilaian integritas tahun 2021 merupakan yang terbesar yang dilakukan KPK. Firli berharap hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2021 ini dapat dijadikan penilaian apakah pemberantasan dan pencegahan korupsi yang dilakukan telah efektif atau belum.

Hal itu disampaikan Firli dalam sambutannya di acara launching hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2021, yang disiarkan di YouTube KPK. Survei tersebut dilakukan KPK bekerja sama dengan sejumlah pihak, salah satunya BPS.

Firli mengatakan Survei Penilaian Integritas itu dilakukan di 94 kementerian/lembaga, 34 provinsi, 508 Kabupaten/kota, dengan responden sekitar 255.010 orang.

"Saya kira survei ini mungkin survei yang terbesar yang kita lakukan," ujar Firli, Kamis (23/12/2021).

Firli berharap survei tersebut dapat memberikan masukan kepada aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi. Serta dapat dijadikan tolok ukur apakah pencegahan dan pemberantasan korupsi tersebut efektif atau belum.

"Sehingga kita akan gunakan dan kita manfaatkan hasil survei penilaian integritas untuk koreksi dan perbaikan kita dalam upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi," ujarnya.

Diketahui, Survei Penilaian Integritas berdasarkan amanat RPJMN 2020-2024, di mana SPI ditargetkan di angka 70. Sementara itu, Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bersyukur hasil survei SPI 2021 itu melampaui target nasional, yaitu 72.

"SPI merupakan indikator keberhasilan pada level proyek prioritas nasional, penguatan implementasi strategi nasional pencegahan korupsi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2004 dengan target SPI dalam RPJMN pada 2021 adalah rata-rata sebesar 70, dan kita patut bersyukur nilai rata-rata capaian SPI berada di atas target, yaitu 72,4," kata Suharso.

Suharso mengatakan 2021 menjadi tahun penting dalam memetakan persoalan integritas, mengembangkan program pencegahan dan pendidikan, serta mengukur keberhasilan strategi pencegahan korupsi pada masa pandemi.

"Alokasi sumber daya dan anggaran yang besar bagi penanganan konflik perlu menjadi perhatian bersama agar program yang dirumuskan dapat ter-deliver dengan baik dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat," kata Suharso.

Ia menambahkan, hasil survei SPI dapat menjadi alat pemetaan potensi risiko korupsi dan capaian upaya pencegahan korupsi yang dilakukan oleh setiap kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Selain itu hasil pemetaan risiko korupsi melalui SPI dapat menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi peningkatan upaya pencegahan korupsi dengan rencana aksi yang disesuaikan dengan kementerian/lembaga.

(yld/dhn)