ADVERTISEMENT

Disalip Polri di Survei Kepercayaan Publik, KPK Anggap Saran Perbaikan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 21 Des 2021 16:39 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Charta Politika Indonesia merilis survei tingkat kepercayaan dan menghasilkan Polri di atas posisi KPK. Menanggapi hal itu, KPK menganggap survei tersebut menjadi sarana untuk perbaikan ke depan.

"Kami mengapresiasi lembaga-lembaga survei yang secara konsisten dan kontinu melakukan pengukuran terhadap tingkat ataupun trend kepercayaan publik terhadap institusi negara, salah satunya KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (21/12/2021).

"Ukuran tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan saran dan perbaikan terhadap fokus kerja KPK ke depannya," sambungnya.

Ali menyarankan lembaga survei menyampaikan detail rekomendasi agar hasil survei dapat dijadikan penilaian kinerja yang terukur. Ia menganggap suatu survei tentu membantu dalam menyadari persepsi publik terhadap kinerja suatu institusi.

"Maka agar pengukuran tersebut lebih memberikan daya dorong terhadap upaya perbaikan suatu institusi, lembaga survei juga dapat menyampaikan secara detil poin-poin rekomendasi atau yang publik harapkan terhadap kinerja suatu institusi yang diukur," katanya.

"KPK menyadari bahwa persepsi publik terhadap kinerja pemberantasan korupsi merupakan suatu hal yang penting. Mengingat publik tidak hanya sebagai objek pemberantasan korupsi, namun sekaligus berperan sebagai subjek," sambungnya.

Lalu, Ali mengatakan persepsi itu sejalan dengan strategi KPK, khususnya dalam hal pendidikan antikorupsi. Hal itu, katanya, tentu menimbulkan budaya antikorupsi.

"Hal tersebut relevan dengan strategi pemberantasan korupsi yang diterapkan KPK melalui pendekatan pendidikan, pencegahan, dan penindakan," katanya.

"Pada strategi pendidikan, publik merupakan pelaku atau subjek, yang bersifat proaktif untuk menginternalisasi nilai-nilai integritas dan kejujuran dalam dirinya, sehingga akan tumbuh sebuah lingkungan yang berbudaya antikorupsi," sambungnya.

Lebih lanjut, Ali mengatakan persepsi masyarakat juga menjadi potret optimisme publik terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Oleh karenanya, pengukuran persepsi publik juga akan kami jadikan sebagai salah satu baseline untuk terus meningkatkan kinerja pemberantasan korupsi yang manfaatnya bisa betul-betul dirasakan oleh masyarakat luas," katanya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT