Satgas COVID Pinrang Ungkap Penyebab Joki Vaksin Bisa Lolos 17 Kali Disuntik

Hasrul Nawir - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 12:02 WIB
Abdul Rahim, pria asal Pinrang, Sulsel mengaku jadi joki vaksin COVID-19 dan telah disuntik vaksin sebanyak 16 kali-dibayar Rp 800 ribu. (dok. Istimewa)
Abdul Rahim, pria asal Pinrang, Sulsel, mengaku jadi joki vaksin COVID-19. (dok. Istimewa)
Pinrang -

Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Irwan Hamid mengungkap penyebab joki vaksin Abdul Rahim (49) bisa lolos mewakili warga disuntik vaksin hingga 17 kali. Irwan membantah pelaksana vaksinasi di Pinrang tidak sesuai SOP hingga joki bisa lolos.

"Tidak ada yang tidak sesuai dengan protap, cuma memang ada kelemahan dan saya kira dimana-mana bisa terjadi (joki vaksin), cuma mungkin di Pinrang yang terbongkar," ujar Irwan di Mapolres Pinrang, Kamis (23/11/2021).

Meski menegaskan pihaknya tidak salah karena ada Abdul bisa lolos menjadi joki vaksin. Irwan mengatakan Satgas COVID-19 Pinrang akan melakukan evaluasi terhadap program vaksinasi agar tidak ada lagi yang menjadi joki vaksin.

"Tetap ada evaluasi meskipun sebenarnya berjalan normal. Secara administrasi (pengawasan) agak sulit dijangkau oleh petugas vaksinator kita (joki vaksin), mereka memperlihatkan KTP dengan memakai masker ini kan agak sulit dideteksi," katanya.

Untuk itu Irwan meminta jajarannya untuk melakukan verifikasi lebih ketat terhadap warga yang akan disuntik vaksin.

"Dengan kejadian ini kita akan lebih ekstra ketat lagi melakukan verifikasi, semua masyarakat yang akan divaksin," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Abdul Rahim mengakui rencananya tetap jadi joki vaksin seandainya tidak ketahuan. Abdul mengaku hanya merasakan efek lemas dan baru mau berhenti jika mengalami sakit jantung.

"Seandainya saya tidak ketahuan, mungkin saya masih menggantikan pasien untuk suntik vaksin," kata Abdul saat ditemui di Mapolres Pinrang, Rabu (22/12).

Abdul, yang hanya pengangguran sebelum jadi joki vaksin, mengaku tidak merasakan efek yang membahayakan bagi dirinya meski telah disuntik vaksin sebanyak 17 kali.

"Seandainya kalau saya muntah-muntah atau sakit jantung atau apa yang parah, mungkin saya akan berhenti saat itu juga. Tapi selama ini tidak ada gejala yang parah, paling saya cuma merasa pusing dan sedikit lemas, tapi tidurnya enak," ujarnya.

Saksikan Year In Review 2021: Kilas Balik Penanganan COVID-19 di 2021

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)