Jepang Resah Dengan Penyusutan Angka Kelahiran
Selasa, 02 Mei 2006 14:24 WIB
Tokyo -
Pemerintah Jepang resah dengan terus menyusutnya angka kelahiran di negeri Matahari Terbit itu. Padahal populasi bertambah tua dengan cepat. Untuk itu, para pembuat kebijakan Jepang tengah mempertimbangkan iklan TV untuk biro jodoh.Langkah ini diharapkan akan meningkatkan jumlah pasangan yang menikah sehingga akan menambah angka kelahiran anak. Populasi Jepang menyusut pertama kali sejak tahun 1945 silam. Tren ini menambah kekhawatiran akan penurunan ekonomi dikarenakan menciutnya tenaga kerja sementara jumlah pensiunan terus bertambah.Seorang pejabat di Kementerian Perdagangan Jepang mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk mengizinkan iklan biro jodoh ditayangkan di stasiun-stasiun televisi. Selama ini iklan sejenis dilarang muncul di TV."Dibandingkan dengan koran, yang saat ini bisa menampilkan iklan seperti itu, dampak televisi akan jauh lebih besar," ujar pejabat yang tidak disebutkan namanya itu seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (2/5/2006)."Salah satu penyebab turunnya angka kelahiran adalah perkawinan yang terlambat atau tidak ada perkawinan sama sekali. Jadi kami melihat pentingnya mempromosikan pernikahan sebagai cara yang bagus mengatasi masalah ini," imbuhnya.Menurut para pembuat kebijakan Jepang, waktu lima tahun mendatang sangat penting bagi upaya-upaya untuk menghentikan penyusutan populasi. Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan, umur rata-rata perempuan menikah kini lebih tua, dari 25,8 tahun pada tahun 1988 menjadi 27,8 tahun pada tahun 2004.
(ita/)










































