Tak Berizin, Massa Aksi di Depan Monas Dibubarkan Polisi

Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 22 Des 2021 16:59 WIB
Polisi bubarkan massa aksi demo Jaringan Persatuan Asli Tasik Indonesia
Polisi membubarkan massa aksi demo Jaringan Persatuan Asli Tasik Indonesia. (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Petugas kepolisian membubarkan massa aksi dari Jaringan Persatuan Asli Tasik Indonesia yang menggelar unjuk rasa di depan gerbang pintu Monas, Jakarta Pusat. Hal ini disebabkan aksi berjalan tanpa mengantongi surat izin dari kepolisian.

"Pemberitahuannya sampai kemarin, ya wajar kita bubarkan, tidak ada pemberitahuan," kata salah seorang petugas kepolisian kepada detikcom, Rabu (22/12/2021).

Pantauan detikcom di lokasi, sekitar 50 orang massa mulai dibubarkan pada pukul 15.15 WIB. Tampak petugas mempersilahkan massa aksi meninggalkan lokasi.

Untuk diketahui, massa aksi yang tergabung dari Jaringan Persatuan Asli Tasik Indonesia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pembenahan menteri.

"Kami ingin menyelamatkan Pak Jokowi, kami meminta Pak Jokowi untuk benahi menteri-menteri dengan kinerja rendah," kata Ketua Jaringan Persatuan Asli Tasik Indonesia, Junen (29).

Sementara itu, Junen membenarkan adanya kekeliruan izin aksi. Sebab, sebelumnya massa aksi melakukan long march terlebih dahulu dari Tasik menuju Jakarta.

"Kita mulai long march tanggal 10 dari Pantai Pangkalan Kecamatan Cikalong Tasik, sampai ke sini tanggal 20," kata Junen.

Junen menyayangkan respons pihak kepolisian yang membubarkan jalannya aksi. Menurutnya, kepolisian hanya menjadi penyekat antara massa aksi dan presiden.

"Kita sangat miris, kepolisian seharusnya mengayomi tapi yang saya rasakan ini hanya menjadi penyekatan antara kita dengan pimpinan pemerintah dalam hal ini presiden," kata dia.

Meski dibubarkan, Junen mengatakan pihaknya akan kembali menggelar aksi besok. Dia juga akan kembali mengurus izin melakukan aksi tersebut.

"Sebelum ketemu Pak Jokowi, kita akan terus-terusan datang ke sini. Kita akan ajukan surat pemberitahuan," tuturnya.

(yld/yld)