Sekjen KSPI Orasi di Aksi Serikat Pekerja IM2: Tak Boleh Ada PHK

Wildan Noviansyah - detikNews
Rabu, 22 Des 2021 14:41 WIB
Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi
Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi menyemangati massa buruh yang menggelar demonstrasi di depan gedung Indosat, Jakarta Pusat. Rusdi meminta Indosat tidak melakukan PHK.

Rusdi mengatakan itu dari atas mobil komando di depan gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/12/2021). Dalam orasinya, Rusdi mengatakan pihaknya mengecam tindakan yang dilakukan PT Indosat terkait pembubaran IM2 yang berdampak pada ratusan pegawai IM2.

"Kita nggak rela nasib anggota KSPI dihancurkan oleh perusahaan yang sangat besar, tapi tidak punya akhlak," kata Rusdi, di lokasi.

Rusdi meminta seluruh massa aksi terus berjuang. Dia menyatakan keberatan atas pemberhentian karyawan IM2.

"Jangan pernah berhenti berjuang, kita akan terus berjuang sampai kapan pun. Tidak boleh ada penindasan di Indonesia sekecil apa pun, meskipun yang di PHK satu orang. Sedangkan ini ratusan, kita tidak akan tinggal diam," katanya.

"Kewajiban negara adalah memastikan tidak ada rakyatnya di PHK. Ini merupakan bobroknya industrial di Indonesia, karena tidak melindungi kaum buruh dan tidak berpihak pada kaum buruh," tambahnya.

Selain itu, dalam orasinya, Rusdi menginstruksikan massa aksi untuk mendekat ke gerbang masuk PT Indosat seraya diikuti massa aksi. Dia meminta polisi tidak ikut campur dalam aksi ini.

"Kita minta polisinya mundur dulu, kita punya urusan dengan Indosat. Kita minta dibukain gerbangnya. Kita minta manajemen Indosat kooperatif kalau tidak kita siap untuk meladeni kalian," ucapnya.

Rusdi menambahkan pihaknya akan terus mengawal aksi unjuk rasa Indosat Mega Media (IM2) ini sampai tuntutannya dipenuhi. Dia mengatakan akan menunggu respons dari manajemen Indosat.

Sebagai informasi, anak usaha PT Indosat Tbk, yaitu PT Indosat Mega Media (IM2), dibubarkan pada 8 Desember lalu. Pembubaran ini merupakan kelanjutan dari kasus korupsi yang terjadi di Indosat M2 pada 2015.

Setelah pembubaran ini, ratusan pegawai IM2 terdampak. Ketua Serikat Pekerja IM2 Denny Saputra menyebutkan, pada akhir November lalu, ada 350 pegawai yang kontraknya diputus secara tiba-tiba.

(zap/hri)