ADVERTISEMENT

Satgas COVID-19 Tegaskan Karantina Gratis Hanya untuk Kelompok Ini

Atta Kharisma - detikNews
Selasa, 21 Des 2021 16:50 WIB
Wide-angle view of a modern aircraft gaining the altitude outside the glass window facade of a contemporary waiting hall with multiple rows of seats and reflections indoors of an airport terminal El Prat in Barcelona
Foto: Getty Images/iStockphoto/skyNext
Jakarta -

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menegaskan Pekerja Migran Indonesia, pelajar/mahasiswa yang telah menamatkan studi di luar negeri, dan ASN dari penugasan luar negeri yang hanya mendapatkan fasilitas karantina terpusat dengan biaya yang ditanggung pemerintah saat kembali ke Indonesia.

"Warga negara Indonesia yang tidak termasuk kriteria yang disebut dipersilakan menjalani karantina di tempat akomodasi karantina atau hotel yang mendapatkan rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 bekerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia," ujar Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan COVID-19, Hery Trianto.dalam keterangan tertulis, Selasa (21/12/2021).

Ia mengatakan ketentuan tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 25 tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemic Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) huruf F no.4 poin g yang ditandatangani Kasatgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Suharyanto 14 Desember 2021.

Pernyataan ini disampaikan menyusul penumpukan pelaku perjalanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena banyaknya warga yang kembali ke Indonesia dalam waktu bersamaan. Sebagian besar mereka adalah pekerja migran, dan sisanya merupakan pelaku perjalanan biasa yang wajib melakukan karantina di hotel.

Kombinasi antara kedatangan di waktu bersamaan dari sejumlah maskapai penerbangan, proses imigrasi, penyaringan kesehatan, tes PCR hingga distribusi ke tempat karantina terpusat menjadikan penumpukan penumpang tak terhindarkan.

Karena itu, Satgas Penanganan COVID-19 telah memperbaiki prosedur registrasi, menambah personil, hingga menambah kamar karantina untuk mengurai antrean. Proses karantina pun secara perlahan mulai berjalan lancar sejak Minggu kemarin.

Ketentuan karantina juga berlaku bagi warga negara asing (WNA), termasuk diplomat asing di luar kepala perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing. Mereka diminta menjalani karantina di tempat akomodasi karantina atau hotel yang mendapatkan rekomendasi dari Satgas Penanganan COVID-19 yang telah memenuhi syarat dan ketentuan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Sedangkan, kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat menjalankan karantina mandiri di kediaman masing-masing selama 10 x 24 jam.

Bila pemeriksaan ulang RT-PCR saat kedatangan kembali ke Indonesia menunjukkan hasil positif, maka perawatan di rumah sakit wajib dijalani. Untuk WNI, semua biaya ditanggung pemerintah sementara WNA harus menanggung seluruh biaya secara mandiri.

WNA yang tidak dapat membiayai karantina mandiri atau perawatan di rumah sakit, maka pihak kementerian atau lembaga BUMN yang memberikan pertimbangan izin masuk bagi WNA tersebut dapat diminta pertanggungjawabannya.

70 Persen Keterisian Kamar

Koordinator Hotel Repatriasi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Vivi Herlambang menuturkan hingga 20 Desember, ketersediaan kamar untuk karantina masih tersisa 29,66 persen atau sekitar 4.920 kamar.

"Yang sudah terpakai ada 11.668 atau 70 persen dari total ruangan yang disediakan (16.588)," ungkapnya.

Hotel yang disediakan mulai dari bintang 2,3,4, dan 5. Sebanyak 31 Hotel bintang 5 memiliki total ketersediaan kamar sejumlah 5.080 kamar. Hotel bintang 4, sejumlah 46 hotel, memiliki ketersediaan kamar sebanyak 5.692 kamar, dan 58 hotel bintang 2-3 dengan ketersediaan kamar mencapai 5.816 kamar.

"Bila ada perubahan hari karantina menjadi 14 hari, kami siap menambah kamar lagi. Kami utamakan bintang 2-3 dan kemudian bintang-bintang lain," tambah Vivi.

Vivi menerangkan para tamu WNA atau WNI non-PMI dan pelajar yang datang dari luar negeri wajib melakukan reservasi kamar hotel untuk karantina lebih dahulu. Khusus bagi tamu yang mau berangkat keluar negeri untuk tujuan wisata atau perjalanan singkat wajib melakukan reservasi hotel karantina lebih dahulu untuk kepulangan ke Indonesia.

"Untuk mengurangi penumpukan di bandara, tamu kedatangan luar negeri yang sudah selesai melakukan PCR disarankan langsung berangkat menuju hotel," pungkasnya.

(ega/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT