Anggota Komisi IX: Tak Bijak Pulang Liburan dari LN Minta Karantina Gratis

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 21 Des 2021 08:23 WIB
Rahmad Handoyo (Dok. Rahmad Handoyo).
Foto: Rahmad Handoyo (Dok. Rahmad Handoyo).
Jakarta -

Video menampilkan penumpukan penumpang yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani karantina sepulang dari luar negeri beredar di media sosial. Legislator PDIP, Rahmad Handoyo menilai pemerintah perlu memperbanyak kerjasama dengan penginapan.

"Saran saya kita perbanyak mitra satgas dengan penginapan. Kalaupun tidak harus hotel saya kita bisa juga tempat yang bisa lebih efisien itu juga bisa jadi salah satu solusi, sehingga keluhan yang ada di warga bisa diminimalkan," ujar Rahmad Handoyo kepada wartawan, Senin (20/12/2021).

Rahmad Handoyo yang juga anggota DPR RI Komisi IX ini mengaku setuju untuk dilakukannya evaluasi. Meski begitu perlu dilakukan sesuai dengan aturan, sebab menurutnya tidak semua bisa diberikan secara gratis.

"Setuju saya soal dievaluasi perbaikan penyempurnaan, tetapi harus berlandaskan aturan. Apa yang disampaikan Satgas saya kira betul ya, semua harus berdasarkan ketentuan, artinya ketika semua menuntut gratis kan tidak memungkinkan," tuturnya.

"Setuju saya bawa yang berhak mendapatkan fasilitas gratis di wisma atlet maupun di tempat lain yang disiapkan pemerintah itu saya kira adalah pejuang kita pahlawan devisa kita PMI, para pelajar, atau yang mendapatkan tugas negara pulang mendapatkan fasilitas juga saya kira sangat wajar," sambungnya.

Namun, bagi warga yang pergi dengan tujuan pribadi maupun berlibur dia menilai kurang bijak untuk mendapatkan fasilitas gratis.

"Memang ketika keluar negeri untuk aktifitas yang bener kepentingan pribadi, untuk liburan atau kepentingan lain juga saya kira kurang bijak kalau harus mendapatkan fasilitas dari negara," tuturnya.

Oleh sebab itu, pemerintah dalam hal ini Satgas dinilai dapat menambah kerjasama dengan hotel maupun penginapan. Sehingga warga tersebut dapat memilih sesuai dengan daftar yang diberikan.

"Satgas memberikan daftar yang kerjasama dengan satgas, kenapa harus yang kerjasama, karena semua harus dalam otoritas pengawasan satgas, tidak sertamerta mencari sendiri tapi tidak ada fungsi kontrol dan pengawasan kan beresiko juga, bisa berkeliatan atau bisa pulang," ujarnya.

Selain itu, dia juga menilai perlu adanya penambahan sumber daya manusia (SDM). Hal ini dilakukan untuk mengawasi tempat-tempat yang dijadikan lokasi karantina serta untuk meminimalisir terjadinya antrean.

"Perbanyak sumber daya manusianya dalam rangka mengkomunikasikan kerjasama dengan hotel, tidak harus bintang 5, saya kira yang sesuai kriteria, kalau ada fasilitas bintang 4 untuk mengakomodisi, melatipun saya kira nggak masalah, bintang 1 atau 2, yang penting ada sumber daya manusia kita, nakes kita yang mengawasi, dan diberikan kebebasan untuk memilih, ketika yang dipilih penuh, ya silahkan pilih yang tentunya sudah disiapkan satgas," tuturnya

"Solusi juga perkuat penambahan SDM bilamana perlu rekrut relawan di lapangan untk meminimalkan antrian panjang," imbuhnya.

Simak juga 'Pemerintah Pertimbangkan Karantina Wajib 14 Hari!':

[Gambas:Video 20detik]