Lagi, Saksi Kasus Korupsi Banjar yang Dipanggil KPK Ternyata Sudah Meninggal

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 21 Des 2021 14:17 WIB
Film dokumenter KPK Endgame ditonton oleh pegawai tak lolow TWK.
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi Sekdis DKPLHD Kota Banjar Tahun 2007-2008, Salim Heryanto, terkait kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur Dinas PUPR Kota Banjar, Jawa Barat. Tetapi diketahui yang bersangkutan ternyata sudah meninggal dunia.

"Sebagaimana informasi yang kami terima, ada saksi yang telah meninggal dunia, yakni Drs. H. Salim Heryanto (Sekdis DKPLHD Kota Banjar Tahun 2007-2008)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (21/12/2021).

KPK sebelumnya juga pernah memanggil saksi Direktur CV Renata, Andri, terkait kasus ini pada Selasa (30/11). Namun saksi itu juga diketahui meninggal dunia.

Dalam kesempatan ini, KPK memanggil lima saksi lainnya. Namun yang hadir pemeriksaan hanya Kepala Bidang Lingkungan Hidup Kota Banjar Tahun 2007-2008, Komarudin Saprialidin. Saksi itu didalami pengetahuannya soal aliran dana dalam perkara ini.

"Pemeriksaan kemarin (20/12/2021), hanya 1 saksi yang hadir yaitu Ir. Komarudin Saprialidin (Kepala Bidang Lingkungan Hidup Kota Banjar Tahun 2007-2008) dan yang bersangkutan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan aliran uang yang dinikmati oleh pihak yang terkait dengan perkara ini," ujar Ali.

Sementara itu, tiga saksi lainnya diinformasikan sedang dalam keadaan sakit dan akan dijadwalkan ulang. Tiga saksi itu di antaranya Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Kota Banjar Tahun 2007-2008, Hilda Siti Hindasah; Kepala Bidang Bina Program Kota Banjar Tahun 2007-2008, Wawan Hernawan; dan Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BALIHKA) Kota Banjar Tahun 2009, Wawan Hernawan.

Dalam kasus ini, KPK sebelumnya telah menggeledah sejumlah lokasi, dari Pendopo Wali Kota Banjar, kantor, hingga rumah Kepala Dinas PUPR Kota Banjar. Dalam penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah uang hingga dokumen yang diduga terkait dengan kasus yang tengah disidik oleh KPK itu.

Meski demikian, KPK belum mengumumkan ataupun menetapkan tersangka dalam kasus tersebut karena adanya kebijakan baru dari pimpinan saat ini. Penetapan tersangka bakal dilakukan bersamaan dengan penangkapan dan penahanan.

Simak juga Video: Korlantas: Samsat Digital Mengurangi Budaya Koruptif

[Gambas:Video 20detik]



(azh/dwia)