Razman Ngaku Ditelepon Private Number Sebelum Dapat Teror Kepala Kambing

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 21 Des 2021 15:43 WIB
Ketua BPPH Pemuda Pancasila Razman Arif Nasution
Ketua BPPH Pemuda Pancasila Razman Arif Nasution (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Pengacara Razman Arif Nasution mengaku sempat menerima telepon masuk dari nomor handphone yang tidak diketahui (private number) sebelum mendapat teror paket berisi kepala kambing. Dia menyebut orang dalam telepon memintanya berhenti berbicara mengenai Pancasila.

"Begitu saya megang Pemuda Pancasila, saya menyebut bahwa siapa pun yang coba-coba minta PP dievaluasi atau dibubarkan, maka patut diduga keras yang bersangkutan pendukung paham komunis. Itu nggak berselang berapa hari langsung malam, saya itu kan baru tidur baru jam 2 jam 3, dan ini unknown dan private number," kata Razman saat dihubungi, Selasa (2/12/2021).

"Jadi bahasanya begini, 'saudara kami minta berhenti bicara tentang Pancasila', ini kalimatnya berhenti bicara tentang Pancasila. Ini sudah saya info ke teman-teman saya, ke ketua umum saya, kemudian orang siber crime, teman-teman saya di kepolisian dan saya masih beranggapan ini biasa biasa saja, meskipun teror itu sering saya alami," lanjutnya.

Razman kemudian memperketat penjagaan area tempat tinggalnya di Medan maupun di Jakarta usai teror telepon berulang dari private number tersebut. Dia menilai teror kepala kambing yang ditujukan kepadanya tidak bisa dibiarkan begitu saja karena khawatir ada teror susulan.

"Saya memang sudah curiga dengan telepon yang berulang-ulang, dengan ini, makanya saya lapis pengawalan saya baik di area rumah saya, baik rumah saya Medan, baik rumah saya Jakarta. Karena cara ini kotor, licik, dan ini kalau saya biarkan besok akan dikirim lagi kepala kambing, kepala kerbau, kepala babi, kepala anjing, kepala kucing, kan bisa jadi besok ada bom dan lain-lain. Bagi saya ini tidak menakutkan, tapi bagi keluarga saya menakutkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Razman menyampaikan akan melaporkan peristiwa teror itu ke polisi. Dia menduga perbuatan teror itu dilakukan oleh organisasi tanpa bentuk.

"Ini sudah risiko seorang lawyer yang menurut saya penuh dengan tantangan, dan memang kasus-kasus yang saya pegang itu kasus selalu menjadi atensi publik dan banyak yang yang tidak suka apalagi bicara tentang pancasila. Nah, karena itu saya akan maju terus dan setelah selesai urusan saya di Medan insyaallah saya di Jakarta akan segera buat laporan, dokumen, foto ada semua sama saya. Jadi saya menduga bahwa yang bekerja ini adalah jaringan organisasi tanpa bentuk," imbuhnya.

Kronologi Teror Kepala Kambing Busuk

Razman menceritakan paket tersebut diterima petugas sekuriti apartemennya pada Sabtu (18/12) lalu. Karena ia sedang di kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara, sehingga paket itu tidak langsung dibuka oleh sekuriti yang menerima.

"Saya kaget ketika Hari Sabtu kemarin saya di kampung, itu saya ditunjukkin WA ada paket masuk dibungkus rapi, ada pitanya," tuturnya.

Razman curiga dengan paket tersebut karena tidak ada nama pengirimnya. Selang dua hari, paket tersebut mengeluarkan bau.

Sekuriti tersebut kemudian menghubungi pengelola apartemen bernama Ade. Ade kemudian menghubungi istri Razman dan memberitahu soal paket tersebut mengeluarkan bau.

"Saya bilang buka. Dibuka lah. Saya makin curiga, kok ada kotak gede seperti kontainer makanan gitu, tahu-tahu bau terus kelihatan kepala kambing," jelasnya.

Simak juga Video: Pemuda Pancasila Buka Suara soal Kantornya di Jakpus yang Disegel Polisi

[Gambas:Video 20detik]



(dek/hri)