Ziarah ke Makam Bung Karno, LaNyalla Curhat soal Ambang Batas Harus 0%

Dea Duta Aulia - detikNews
Senin, 20 Des 2021 22:07 WIB
Ziarah ke Makam Bung Karno, LaNyalla Curhat soal Ambang Batas Harus 0%
Foto: Dok. DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti ziarah ke makam Presiden Pertama RI, Soekarno, di Bendogerit, Sananwetan, Kota Blitar. Pada kesempatan tersebut LaNyalla berdoa sekaligus curhat soal kondisi negara saat ini.

Menurutnya, akibat hegemoni partai politik yang membuat aturan Pemilu dengan adanya ambang batas pencalonan Presiden, keadaan negara saat ini yang diharapkan membaik justru makin jauh dari harapan.

"Saya ke sini utamanya tentu saja berziarah. Mendoakan Bung Karno yang jasanya sangat besar bagi negeri ini. Selain itu saya mau lapor keadaan negara sekarang, termasuk lapor soal Presidential Threshold harus nol persen," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (20/12/2021).

Dia menilai saat ini negara tidak serius dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila dan demokrasi. Padahal, menjalankan negara sesuai dengan Pancasila dan demokrasi adalah cita-cita para pendiri bangsa salah satunya Soekarno.

"Negara ini tidak serius menjalankan nilai Pancasila dan demokrasi. Sistem yang dijalankan belum menuju tercapainya kesejahteraan umum, kemakmuran rakyat dan keadilan sosial," ujarnya.

Menurutnya, efek dari ketidak seriusan tersebut berimbas pada ketimpangan sosial yang semakin tinggi.

"Di mana ketimpangan sosial semakin tinggi, yang kaya semakin kaya, sementara mereka yang miskin semakin terpuruk. Karena indikasinya 75 persen kekayaan negara ini dikuasai hanya oleh beberapa orang," ungkapnya.

Sementara itu, terkait makam Bung Karno, LaNyalla berharap Pemerintah Pusat turut memelihara tempat ini. Selama ini, pemeliharaan kompleks makam Sang Proklamator berada di tangan Pemerintah Daerah.

"Saya kira pemerintah pusat perlu membantu daerah dalam pemeliharaan Makam Bung Karno dan kawasannya. Sehingga beban berat tidak ditanggung sendiri oleh daerah," katanya.

Ia juga menilai, perawatan makam Bung Karno harus menjadi prioritas Pemerintah Pusat sebagai wujud apresiasi kepada pahlawan.

"Perawatan makam dan kompleksnya harus menjadi prioritas. Sebagai tanda bahwa bangsa ini menghargai jasa Soekarno sebagai Pahlawan Nasional, sebagai bapak bangsa sekaligus proklamator," tutupnya.

(akd/ega)